Seorang pencuri yang beraksi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga ditangkap seusai menunaikan salat di masjid kampus. Pelaku diketahui kerap menggasak barang-barang milik jamaah dan warga kampus, mulai dari sandal hingga helm.
Penangkapan tersebut terjadi setelah pelaku selesai menjalankan ibadah salat di masjid yang berada di area kampus. Momen seusai salat itu menjadi titik akhir pelarian pelaku, yang sebelumnya diduga telah beberapa kali melancarkan aksinya di lingkungan yang sama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sandal dan helm menjadi sasaran utama pelaku. Kedua jenis barang itu memang lazim ditinggalkan pemiliknya dalam keadaan tidak terawasi, terutama di area masjid dan tempat parkir kampus, sehingga rentan menjadi incaran pencuri.
Masjid kampus merupakan salah satu pusat aktivitas di lingkungan perguruan tinggi, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun pegawai. Pada waktu-waktu salat, jumlah orang yang datang cukup banyak, sementara barang bawaan seperti alas kaki dan helm biasanya diletakkan di luar ruang utama masjid atau di area parkir sekitar.
Kondisi itu membuat barang-barang pribadi berisiko hilang jika tidak dijaga. Kasus pencurian sandal dan helm di lingkungan kampus maupun tempat ibadah bukan hal baru, dan biasanya memanfaatkan kelengahan pemilik barang pada saat mereka sedang beribadah atau beraktivitas di dalam ruangan.
UIN Salatiga sendiri merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang berlokasi di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Lingkungan kampus ini setiap hari digunakan untuk kegiatan akademik dan keagamaan, termasuk pelaksanaan salat berjamaah di masjid kampus.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai kronologi lengkap penangkapan, identitas pelaku, maupun barang bukti yang diamankan. Penangkapan pelaku seusai salat di masjid kampus menjadi penegasan bahwa aksi pencurian barang-barang kecil seperti sandal dan helm tetap menjadi persoalan yang perlu diwaspadai di lingkungan kampus.




