Pemerintah Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027. Forum yang berlangsung di Balai Desa Dermaji itu menyoroti pembangunan infrastruktur jalan dan ketahanan pangan sebagai agenda penting. Musyawarah dihadiri jajaran Forkopimcam Lumbir, Pemerintah Desa Dermaji, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT dan RW, serta perwakilan tokoh pemuda, perempuan, agama, dan tokoh masyarakat.
Kepala Desa Dermaji, Darkum, mengapresiasi antusiasme peserta. Menurutnya, musyawarah desa menjadi tahapan penting untuk menentukan arah pembangunan dan menyesuaikan dokumen perencanaan desa dengan perkembangan masa jabatan kepala desa. “Terima kasih atas antusiasme dari semuanya yang menghadiri kegiatan ini. Seiring adanya pergeseran masa jabatan kepala desa yang bertambah dua tahun, tentunya RPJMDes juga harus disesuaikan dengan masa jabatan kepala desa,” ujar Darkum. Ia juga berterima kasih kepada seluruh unsur masyarakat yang sebelumnya mengikuti Musyawarah Dusun (Musdus) dan musyawarah khusus. “Terima kasih kepada semuanya atas telah terselenggaranya Musyawarah Dusun dan musyawarah khusus pada Minggu yang lalu. Hasil dari proses tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan perencanaan pembangunan Desa Dermaji,” katanya.
Camat Lumbir, Mikesti, menilai Musrenbangdes penting sebagai ruang menampung aspirasi masyarakat dan menentukan skala prioritas kegiatan. “Alhamdulillah pagi hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan Musrenbangdes Desa Dermaji. Musyawarah seperti ini penting untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat dan kemudian menentukan skala prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan,” kata Mikesti. Ia menjelaskan usulan pembangunan mencakup bidang fisik dan nonfisik, tetapi keterbatasan anggaran membuat seluruh usulan tidak dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan. “Mulai dari kegiatan pembangunan fisik maupun nonfisik semuanya perlu dipertimbangkan. Yang perlu diperhatikan adalah anggarannya, karena seluruh kegiatan tentu tidak bisa direalisasikan dalam satu atau dua tahun. Karena itu, diperlukan skala prioritas yang tepat,” jelasnya.
Terkait ketahanan pangan, Mikesti menyoroti pentingnya dukungan sarana bila bidang peternakan menjadi program prioritas di Dermaji. “Kalau program prioritas ketahanan pangan di Dermaji adalah bidang peternakan, maka fasilitas peternakan harus difasilitasi dengan maksimal. Jangan sampai programnya sudah ditetapkan sebagai prioritas, tetapi sarana pendukungnya belum memadai,” ungkapnya. Selain itu, infrastruktur jalan menjadi pembahasan penting. Menurutnya, kondisi geografis dan akses sejumlah wilayah perlu dipertimbangkan. “Saya setuju kalau skala prioritas di Dermaji banyak pembangunan fisik berupa jalan. Untuk daerah-daerah yang aksesnya masih sulit, lebih baik diperbaiki terlebih dahulu. Kalau aksesnya baik, dampaknya akan terasa pada kegiatan lain, termasuk ekonomi dan pendidikan,” tuturnya. Ia menambahkan akses yang baik dapat membuka peluang aktivitas ekonomi, layanan pendidikan, dan jangkauan fasilitas pelayanan publik.
Musrenbangdes dipimpin langsung oleh Sutrisno, Ketua BPD Desa Dermaji. Proses pembahasan mengacu pada hasil penjaringan aspirasi melalui Musdus dan musyawarah khusus sebelumnya. “Insyaallah semua usulan dan pendapat dari masyarakat pada Musdus dan musyawarah khusus sudah dimasukkan dalam matriks,” ujar Andi. Dalam forum tersebut, aspirasi masyarakat juga berkembang pada bidang kesehatan. Tokoh masyarakat Desa Dermaji, Bambang, meminta agar aspek kesehatan memberi perhatian pada kebutuhan rehabilitasi bagi masyarakat yang menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba serta pelayanan bagi penyandang disabilitas.
Usulan kesehatan itu menjadi bagian aspirasi yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan desa. Penanganan persoalan kesehatan dan kebutuhan kelompok masyarakat tertentu dinilai perlu mendapat ruang, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Selain membahas RKP Desa Tahun 2027, forum tersebut menjadi bagian proses penyesuaian RPJMDes Tahun 2024–2031 yang dijelaskan Sekretaris Desa Dermaji Hari Haryono Caryono. Penyesuaian dilakukan seiring perubahan masa jabatan kepala desa sehingga dokumen perencanaan pembangunan perlu diselaraskan dengan kondisi dan kebijakan yang berlaku.
Dari Balai Desa Dermaji, proses perencanaan menunjukkan pembangunan desa tidak hanya berbicara soal jalan atau infrastruktur. Aspirasi mengenai ketahanan pangan, kesehatan, rehabilitasi narkoba, disabilitas, ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan sosial masyarakat turut menjadi bagian pembahasan. Dengan skala prioritas yang disusun melalui musyawarah, Pemerintah Desa Dermaji bersama masyarakat diharapkan dapat menentukan arah pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga dan memberi dampak bagi kehidupan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.




