• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Wednesday, September 16, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol dari Beragam Bahan Baku

by reporter
September 14, 2026
in Ekonomi
0

PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE), subholding Pertamina yang fokus pada energi baru dan terbarukan, terus mendorong pengembangan bioetanol berbasis multi-feedstock atau bahan baku ganda. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Bioetanol merupakan bahan bakar nabati yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan organik. Berbeda dengan pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan satu jenis bahan baku, konsep multi-feedstock memungkinkan pemanfaatan berbagai sumber seperti tebu, jagung, singkong, hingga limbah biomassa lainnya. Pendekatan ini dinilai lebih fleksibel dan dapat meningkatkan ketahanan pasokan bahan baku.

Sebagai bagian dari holding Pertamina, Pertamina NRE memiliki mandat untuk mengembangkan bisnis energi terbarukan, termasuk bioetanol. Perusahaan telah melakukan berbagai kajian dan kerja sama untuk mempercepat komersialisasi produk ini. Pengembangan bioetanol diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan industri pengolahan di dalam negeri.

Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan bioetanol karena melimpahnya sumber daya hayati. Tanaman seperti tebu, singkong, dan jagung banyak dibudidayakan di berbagai daerah. Dengan dukungan teknologi dan kebijakan yang tepat, pemanfaatan multi-feedstock dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mengurangi impor energi.

Selain aspek energi, pengembangan bioetanol juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca. Sebagai bahan bakar terbarukan, bioetanol dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan bensin atau solar. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai target net zero emission di masa mendatang.

Meski prospeknya menjanjikan, pengembangan bioetanol masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti biaya produksi yang relatif tinggi, infrastruktur distribusi yang belum merata, serta persaingan dengan bahan baku pangan. Oleh karena itu, Pertamina NRE terus berupaya melakukan inovasi dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengatasi hambatan tersebut.

Ke depan, diharapkan pengembangan bioetanol berbasis multi-feedstock dapat semakin matang dan berkontribusi nyata dalam bauran energi nasional. Dengan dukungan regulasi yang kondusif dan partisipasi aktif sektor swasta, bioetanol dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

Previous Post

Banggar DPR: Anggaran Penanganan Bencana 2027 Naik Jadi Rp1,1 T

Next Post

Aktuelle_Anwendungen_für_wingaga_und_innovative_Strategien_zur_Prozessoptimieru

reporter

reporter

Next Post

Aktuelle_Anwendungen_für_wingaga_und_innovative_Strategien_zur_Prozessoptimieru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Radar MBG: Garis Depan Pengawasan, Fondasi Tata Kelola yang Kuat

September 16, 2026

Prabowo Minta Danantara Bantu Perpanjang LRT Jakarta hingga JIS

September 16, 2026

Keterwakilan Perempuan di DPRD Jawa Tengah Terus Menurun, Tak Tembus 30 Persen

September 16, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.