• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Friday, November 6, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Monitoring FTBI di SDN 1 Ciarus Wangon Matangkan Persiapan Peserta Lomba Dongeng

by reporter
September 8, 2026
in Daerah
0

WANGON – Persiapan peserta lomba mendongeng dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Korwilcam Dindik Wangon terus dimatangkan. Selasa (8/9/2026), tim monitoring FTBI melakukan pemantauan latihan peserta di SDN 1 Ciarus, Korwilcam Dindik Wangon, untuk memastikan kesiapan penampilan sebelum berlaga di tingkat Kabupaten. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan peserta menuju target tujuh bintang FTBI tingkat Kabupaten Banyumas, dengan harapan dapat berlanjut hingga tingkat provinsi.

Monitoring tersebut mempertemukan tim monitoring FTBI, peserta lomba, serta pembina yang selama ini mendampingi proses latihan. Pemantauan dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek penampilan mendongeng, mulai dari penguasaan cerita, cara bertutur, penghayatan tokoh, hingga penggunaan bahasa Banyumas yang tepat. Peserta juga mendapatkan evaluasi secara langsung agar setiap kekurangan yang masih terlihat selama latihan dapat segera diperbaiki. Dengan demikian, latihan tidak hanya berorientasi pada hafalan cerita, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan peserta dalam menyampaikan cerita secara hidup, jelas, dan sesuai karakter bahasa daerah.

Endang Turningsin, S.Pd., tim monitoring FTBI Korwilcam Dindik Wangon, memberikan apresiasi atas kesiapan peserta. “Kami memberikan apresiasi kepada peserta yang sudah berlatih dan mempersiapkan diri dengan baik. Yang perlu lebih diperhatikan adalah aksen atau logat yang benar dalam tutur kata bahasa Banyumas, serta kejelasan narator ketika membawakan setiap tokoh dalam cerita,” ujarnya. Menurutnya, penggunaan aksen dan logat yang tepat menjadi salah satu unsur penting dalam lomba mendongeng berbasis bahasa daerah. Peserta tidak cukup hanya mampu menghafalkan naskah, tetapi juga perlu menghadirkan karakter bahasa Banyumas melalui intonasi, ekspresi, dan cara bertutur yang alami sehingga cerita dapat diterima dengan baik oleh penonton maupun dewan juri.

Proses evaluasi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengetahui bagian penampilan yang masih perlu diperkuat. Dalam mendongeng, kemampuan membedakan suara dan karakter setiap tokoh menjadi bagian yang tidak kalah penting karena dapat membuat cerita lebih menarik dan mudah dipahami. Selain itu, narator harus mampu menjaga alur cerita agar tidak terputus ketika berpindah dari satu tokoh ke tokoh lainnya. Masukan yang diberikan tim monitoring diharapkan menjadi bahan latihan lanjutan bagi peserta dan pembina untuk memperbaiki detail penampilan sebelum hari perlombaan tiba.

Irwan Nudin, S.Pd., Kepala SDN 1 Ciarus, menyampaikan terima kasih atas masukan dari tim monitoring. “Terima kasih atas masukan dari tim monitoring. Semua catatan yang diberikan akan langsung kami tindaklanjuti agar persiapan peserta bisa lebih maksimal,” ungkapnya. Dukungan sekolah menjadi bagian penting dalam proses persiapan tersebut. Dengan adanya evaluasi dari tim monitoring, pembina memperoleh gambaran lebih jelas mengenai aspek yang harus diperbaiki, sementara peserta mendapatkan arahan untuk meningkatkan kualitas penampilan. Kolaborasi antara sekolah, pembina, dan tim monitoring diharapkan mampu menciptakan proses pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

Bagi peserta, monitoring bukan sekadar kegiatan penilaian, melainkan bagian dari perjalanan menuju penampilan terbaik. Setiap koreksi terhadap logat, intonasi, ekspresi, maupun karakter tokoh menjadi bekal untuk tampil lebih percaya diri. Proses tersebut sekaligus mengajarkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan, tetapi membutuhkan latihan berulang, keberanian menerima masukan, serta kemauan memperbaiki kekurangan. Semangat untuk membawa bahasa dan budaya Banyumas melalui seni mendongeng menjadi motivasi tersendiri bagi peserta dalam menjalani setiap tahapan persiapan.

Harapan yang mengiringi persiapan FTBI Wangon adalah agar peserta semakin siap memberikan penampilan terbaik dan mampu meraih hasil yang membanggakan, sehingga dapat melangkah dari tingkat Kabupaten Banyumas sampai tingkat provinsi. Dari SDN 1 Ciarus, proses menuju panggung kompetisi terus dibangun melalui latihan dan evaluasi. Tujuh bintang FTBI yang menjadi target bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang keberanian anak-anak menghidupkan kembali bahasa ibu melalui cerita. Sebab, ketika sebuah cerita disampaikan dengan logat yang tepat, karakter yang kuat, dan penuh percaya diri, di sanalah bahasa Banyumas menemukan ruang untuk terus hidup di tengah generasi muda.

Previous Post

Disdik Jateng: Pelaku Pembuangan Bayi di Semarang yang Fotonya Viral Sudah Lulus Sekolah

Next Post

271 Siswa dan Guru MAN 2 Rembang Keracunan Massal Usai Santap Ayam Kare MBG

reporter

reporter

Next Post

271 Siswa dan Guru MAN 2 Rembang Keracunan Massal Usai Santap Ayam Kare MBG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

BRI Raih Dua Penghargaan dalam Bisnis Indonesia Financial Awards 2026

October 17, 2026

Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak di 182 Titik, Kemensos Gelar Open House Serentak

October 17, 2026

PGRI Jateng Diminta Perjuangkan P3K Jadi PNS dan Nasib Guru Wiyata Bakti

October 17, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.