Sebanyak 777 warga SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh sekolah. Akibat kejadian ini, dapur yang memproduksi makanan tersebut untuk sementara ditutup untuk penyelidikan lebih lanjut.
Menurut informasi yang dihimpun, para korban mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan yang dibagikan. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti keracunan, namun diduga terkait dengan kebersihan atau kandungan makanan.
Dapur yang menjadi sumber penyedia MBG untuk SMAN 1 Lasem kini ditutup. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah korban bertambah. Pihak berwenang, termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, telah turun tangan untuk melakukan investigasi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi siswa sekolah. Namun, insiden ini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pangan. Sebelumnya, program serupa juga pernah menghadapi berbagai tantangan terkait kualitas dan distribusi.
Para korban telah mendapatkan perawatan medis di puskesmas dan rumah sakit terdekat. Sebagian besar korban dilaporkan sudah membaik, namun masih ada yang menjalani observasi. Pihak sekolah juga telah menghentikan sementara pembagian MBG sampai ada kejelasan.
Dinas Kesehatan setempat telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Hasil pengujian diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti keracunan. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan gejala serupa.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap proses produksi dan distribusi makanan di lingkungan sekolah. Pemerintah diminta untuk memastikan program MBG berjalan dengan aman dan higienis agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa.




