Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa keterbatasan bibit menjadi kendala utama dalam upaya mencapai swasembada bawang putih di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa, 1 September 2026.
Amran menjelaskan bahwa ketersediaan bibit bawang putih yang berkualitas masih sangat terbatas, sehingga menghambat peningkatan produksi dalam negeri. Padahal, pemerintah telah menargetkan swasembada bawang putih untuk mengurangi ketergantungan impor yang selama ini masih tinggi.
Menurutnya, pengembangan bibit unggul menjadi prioritas yang harus segera dilakukan. Hal ini membutuhkan kerjasama antara pemerintah, peneliti, dan petani untuk menghasilkan bibit yang adaptif terhadap kondisi iklim dan tanah di berbagai daerah.
Sebelumnya, pemerintah telah berupaya meningkatkan produksi bawang putih melalui perluasan area tanam dan bantuan sarana produksi. Namun, tanpa dukungan bibit yang memadai, target swasembada tersebut sulit untuk tercapai tepat waktu.
Amran menegaskan bahwa langkah konkret akan diambil untuk mempercepat pengadaan bibit, termasuk melalui kerjasama dengan lembaga penelitian dan pengembangan. Ia optimistis dengan dukungan semua pihak, swasembada bawang putih dapat terwujud dan memberikan manfaat bagi ketahanan pangan nasional.



