• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Thursday, September 17, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Kemenkes Catat 50.891 Kasus ISPA Akibat Asap Karhutla pada Juli-Agustus 2026

by reporter
September 1, 2026
in Nasional
0

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 50.891 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode Juli hingga Agustus 2026. Angka ini diumumkan pada Selasa, 1 September 2026, melalui kanal resmi Kemenkes dan menjadi perhatian serius pemerintah dalam penanganan dampak kesehatan akibat bencana asap.

Menurut data yang dirilis, kasus ISPA tersebut tersebar di sejumlah provinsi yang mengalami karhutla, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang kerap menjadi titik panas. Kemenkes menyebut bahwa kabut asap yang dihasilkan dari pembakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus (PM2,5) yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru, sehingga memicu gangguan pernapasan akut, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dalam keterangan tertulisnya, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata. Imbauan ini disampaikan seiring dengan meluasnya sebaran asap yang tidak hanya berdampak di sekitar titik api, tetapi juga hingga ke wilayah perkotaan.

Data Kemenkes juga menunjukkan bahwa puncak kasus ISPA terjadi pada akhir Agustus, seiring dengan meningkatnya intensitas karhutla yang dipicu oleh musim kemarau panjang dan praktik pembakaran lahan. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan upaya pemadaman dan penegakan hukum, namun tantangan di lapangan masih besar karena luasnya area terbakar dan keterbatasan sumber daya.

Sebelumnya, Kemenkes juga telah menyiagakan posko kesehatan di daerah terdampak serta mendistribusikan masker dan obat-obatan untuk meringankan beban pasien. Meski demikian, lonjakan kasus ISPA ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap dampak kesehatan dari karhutla yang kerap terjadi setiap tahun.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi kualitas udara melalui aplikasi resmi dan mengikuti arahan dari petugas kesehatan setempat. Kemenkes berjanji akan terus memperbarui data dan melakukan langkah-langkah mitigasi untuk menekan angka kesakitan, seraya mendorong sinergi lintas sektor dalam pengendalian karhutla secara berkelanjutan.

Previous Post

Wamendagri Minta Humas Pemerintah Respons Cepat Lawan Disinformasi

Next Post

Mentan Amran: Keterbatasan Bibit Jadi Kendala Swasembada Bawang Putih

reporter

reporter

Next Post

Mentan Amran: Keterbatasan Bibit Jadi Kendala Swasembada Bawang Putih

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Rencana Tarif Impor AS untuk Pembeli Minyak Rusia Ancam Hubungan Dagang dengan India

September 17, 2026

Pria di Bandung Barat Ditangkap karena Merakit Bom dan Membuat Tutorial

September 17, 2026

Polri Proses Hukum 219 Kasus Kebakaran Hutan, 162 Tersangka dan 95 Korporasi

September 17, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.