Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memperbaiki 34 titik longsor dan 9 jembatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam sepekan terakhir setelah gempa yang mengguncang wilayah tersebut. Perbaikan ini merupakan bagian dari tanggap darurat untuk memulihkan akses jalan dan konektivitas antar daerah yang terdampak bencana.
Menurut laporan yang diterima, tim dari Kementerian PU langsung bergerak cepat melakukan normalisasi jalan dan perbaikan jembatan yang rusak akibat gempa. Titik-titik longsor yang tersebar di beberapa kabupaten menjadi prioritas utama untuk dibersihkan agar jalur transportasi dapat kembali dilalui. Sementara itu, perbaikan jembatan dilakukan dengan metode sementara maupun permanen, tergantung tingkat kerusakan.
Gempa yang terjadi di NTT telah menyebabkan banyak ruas jalan tertutup longsor dan sejumlah jembatan mengalami keretakan atau ambruk. Kondisi ini menghambat distribusi logistik dan mobilitas warga, sehingga percepatan perbaikan menjadi krusial. Kementerian PU juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan seluruh kerusakan infrastruktur dapat ditangani secara menyeluruh.
Selain perbaikan fisik, tim juga melakukan asesmen terhadap kerusakan lain yang mungkin belum teridentifikasi. Data terbaru menunjukkan bahwa masih ada beberapa titik rawan longsor yang perlu penanganan lebih lanjut, terutama di daerah perbukitan. Kementerian PU berkomitmen untuk terus memantau kondisi lapangan dan mengerahkan alat berat serta personel tambahan jika diperlukan.
Masyarakat setempat menyambut baik langkah cepat pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur. Dengan pulihnya akses jalan, aktivitas ekonomi dan sosial diharapkan segera normal kembali. Seorang warga yang dihubungi menyatakan bahwa perbaikan ini sangat membantu, karena sebelumnya mereka kesulitan untuk menjangkau pasar dan fasilitas kesehatan.
Kementerian PU juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tanah longsor, mengingat kondisi tanah yang labil. Pihaknya akan terus memperbarui informasi perkembangan perbaikan dan mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintasi area yang sedang dalam proses perbaikan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memulihkan infrastruktur pascabencana, sejalan dengan komitmen untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh kerusakan dapat diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga roda perekonomian di NTT dapat kembali bergerak.




