Sejumlah organisasi massa (ormas) menggelar aksi unjuk rasa di depan Orang Tua (OT) Building, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (14/8/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap tantangan menghafal surah Alquran yang berhadiah miras di sebuah festival musik. Massa menuntut pihak OT Group menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas insiden yang dinilai menyakiti umat Islam.
Ketua Tarbiyah FPI Jakarta Barat, Syahrul Ahadi, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak pantas dan sangat menyakiti umat Islam. Ia meminta pengelola OT Group untuk meminta maaf langsung di lokasi aksi, tepatnya di atas mobil komando. “Kita meminta dari pihak pengelola, pihak Orang Tua secara langsung untuk menyampaikan permintaan maafnya. Saya harap langsung nanti di atas mobil komando. Dengan harapan apa? Justru dengan apa yang kita lakukan akan meredakan amarah umat Islam yang mereka telah tersakiti,” jelas Syahrul di lokasi.
Menurut Syahrul, jika perusahaan membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut, hal itu justru akan merugikan perusahaan sendiri. Sebaliknya, jika perusahaan memenuhi tuntutan yang diharapkan, langkah tersebut dinilai dapat meredam kemarahan umat Islam. Aksi ini diharapkan menjadi jalan keluar yang baik bagi kedua belah pihak.
Sementara itu, Direktur Newport, Handoko Sasongko, menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam atas dugaan penistaan agama yang dikaitkan dengan perusahaannya. “Saya Handoko, izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada khususnya umat Islam atas dugaan penistaan agama,” kata dia di lokasi pada Jumat (15/8/2026).
Handoko menegaskan bahwa persoalan tersebut saat ini telah masuk ke ranah hukum dan masih dalam proses. Ia meminta semua pihak untuk menunggu hasil proses hukum yang sedang berjalan. “Dan mohon izin ini sudah masuk kepada ranah hukum yang lagi berproses untuk saat ini. Dan kita bersama-sama untuk menunggu hasil dari proses tersebut,” ungkapnya. “Itu yang bisa saya bawakan. Terima kasih atas perhatian dan selamat sore,” sambungnya.
Aksi protes ini merupakan respons atas insiden yang sebelumnya viral di media sosial, di mana sebuah tantangan menghafal Alquran di festival musik menawarkan hadiah berupa minuman keras (miras). Insiden ini memicu kemarahan berbagai kalangan, terutama ormas Islam, karena dianggap melecehkan nilai keagamaan. Kasus dugaan penistaan agama ini pun telah ditangani oleh pihak berwenang, dan sejumlah orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Hingga berita ini diturunkan, pihak OT Group belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan ormas untuk meminta maaf secara langsung. Namun, Direktur Newport telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, dan proses hukum terus berjalan. Massa berharap agar perusahaan segera memenuhi tuntutan mereka agar kemarahan umat Islam dapat mereda.


