Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa serapan tenaga kerja di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 15 persen. Pernyataan ini disampaikan di tengah maraknya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belakangan menjadi perhatian publik.
Berdasarkan laporan CNN Indonesia pada Kamis, 6 Agustus 2026, data tersebut menunjukkan tren positif di pasar tenaga kerja nasional meskipun banyak kekhawatiran tentang gelombang PHK di berbagai sektor industri. Airlangga tidak merinci sektor-sektor spesifik yang mendorong kenaikan tersebut.
Isu PHK sendiri sempat mencuat dalam beberapa bulan terakhir, terutama di sektor manufaktur dan teknologi. Namun, data serapan tenaga kerja yang dirilis Airlangga memberikan gambaran bahwa secara agregat, penyerapan tenaga kerja masih tumbuh.
Pemerintah sebelumnya telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas ketenagakerjaan, termasuk program kartu prakerja dan insentif bagi perusahaan yang mempertahankan pekerja. Kenaikan 15 persen ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran akan meluasnya PHK.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai metode penghitungan atau periode data yang digunakan. Publik menanti penjelasan resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memperkuat klaim tersebut.



