Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa komoditas sawit dan kopi menjadi andalan utama ekspor Indonesia ke Arab Saudi. Data terbaru yang dirilis pada awal Agustus 2026 menunjukkan bahwa kedua produk ini mendominasi nilai ekspor nonmigas Indonesia ke negara tersebut.
Menurut laporan BPS, ekspor sawit dan kopi ke Arab Saudi mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sawit, sebagai komoditas unggulan Indonesia, terus menjadi primadona di pasar Arab Saudi, sementara kopi Indonesia juga semakin diminati berkat kualitasnya yang diakui dunia.
Selain sawit dan kopi, BPS juga mencatat beberapa komoditas lain yang turut mendukung ekspor Indonesia ke Arab Saudi, seperti karet, tekstil, dan produk elektronik. Namun, sawit dan kopi tetap menjadi penyumbang terbesar dalam neraca perdagangan bilateral.
Hubungan dagang antara Indonesia dan Arab Saudi telah berlangsung lama dan terus diperkuat. Arab Saudi merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di kawasan Timur Tengah, dengan nilai perdagangan yang terus meningkat setiap tahunnya. Ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi tidak hanya terbatas pada sawit dan kopi, tetapi juga mencakup produk perikanan, alas kaki, dan furnitur.
BPS menyatakan bahwa data ini merupakan bagian dari pemantauan rutin terhadap kinerja ekspor nasional. Lembaga tersebut terus berupaya menyajikan data akurat untuk mendukung kebijakan perdagangan pemerintah. Dengan potensi pasar yang besar, Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan ekspor ke Arab Saudi, terutama untuk komoditas unggulan seperti sawit dan kopi.
Ke depan, BPS optimistis bahwa ekspor sawit dan kopi ke Arab Saudi akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan global dan penguatan kerja sama bilateral. Pemerintah Indonesia juga terus mendorong diversifikasi produk ekspor untuk memperluas pangsa pasar di kawasan Timur Tengah.



