Ratusan juru parkir (jukir) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terancam kehilangan pekerjaan imbas kebijakan parkir gratis yang diterapkan di gerai Alfamart. Mereka meminta pihak terkait untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut agar tidak merugikan profesi yang selama ini mengandalkan tarif parkir dari pengunjung.
Kekhawatiran ini muncul setelah sejumlah Alfamart di wilayah Banyumas mulai memberlakukan parkir gratis bagi pelanggan. Para jukir yang biasa beroperasi di area parkir minimarket tersebut merasa pendapatannya akan berkurang drastis, bahkan bisa kehilangan mata pencaharian jika kebijakan ini berlanjut.
Seorang perwakilan jukir yang tidak disebutkan namanya menyampaikan harapan agar pihak manajemen Alfamart dan pemerintah daerah dapat duduk bersama untuk mencari solusi. Mereka tidak menolak kebijakan parkir gratis, tetapi meminta ada kompensasi atau alternatif lain yang bisa membantu para jukir tetap mendapatkan penghasilan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Alfamart maupun Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas terkait keluhan para jukir tersebut. Namun, isu ini menjadi perhatian publik karena menyangkut nasib ratusan pekerja informal di daerah.
Kebijakan parkir gratis di minimarket sebenarnya sudah diterapkan di beberapa daerah lain sebagai strategi menarik pelanggan. Namun, dampaknya terhadap juru parkir sering kali tidak diperhitungkan. Para jukir berharap kebijakan serupa di Banyumas bisa dievaluasi ulang dengan mempertimbangkan aspek sosial ekonomi.
Para jukir di Banyumas berharap ada jalan keluar yang adil, misalnya dengan memberikan kompensasi atau melibatkan mereka dalam pengelolaan parkir dengan skema lain. Mereka siap berdiskusi dengan semua pihak agar tidak ada pihak yang dirugikan.

