Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mengumumkan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pertama di Indonesia yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi komprehensif bagi permasalahan persampahan yang selama ini menjadi tantangan besar bagi daerah penyangga ibu kota tersebut. Pengumuman ini disampaikan pada Jumat, 18 September 2026, menandai langkah awal dalam penerapan teknologi pengelolaan sampah modern di tanah air.
PSEL merupakan fasilitas yang mengubah sampah perkotaan menjadi energi listrik melalui proses termal, seperti pembakaran atau gasifikasi. Teknologi ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik masyarakat. Dengan adanya PSEL, Bogor diharapkan mampu memangkas ketergantungan pada TPA yang semakin penuh dan mengurangi dampak lingkungan akibat penumpukan sampah.
Pembangunan PSEL di Bogor menandai terobosan signifikan dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Selama ini, sebagian besar kota besar masih mengandalkan sistem open dumping atau sanitary landfill yang kurang efektif dan berisiko mencemari lingkungan. Kehadiran PSEL diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa, terutama di wilayah perkotaan dengan produksi sampah harian yang tinggi.
Kemenko Pangan sebagai inisiator menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan energi bersih dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Meskipun belum ada pernyataan resmi yang merinci kapasitas dan investasi proyek, langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat transisi energi dan mendukung target pengurangan emisi karbon nasional. Bogor dipilih karena lokasinya yang dekat dengan sumber sampah dari Jakarta dan sekitarnya, serta dukungan infrastruktur yang memadai.
Respons positif datang dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan pegiat lingkungan. Mereka menilai PSEL sebagai solusi win-win solution yang mengatasi dua masalah sekaligus: sampah dan energi. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya pengelolaan emisi yang ketat agar proses pembakaran sampah tidak menimbulkan polusi udara baru. Partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah juga menjadi kunci keberhasilan operasional PSEL.
Pemerintah daerah setempat menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk mendukung kelancaran pembangunan serta operasional PSEL. Koordinasi antarinstansi, termasuk dengan Kemenko Pangan dan kementerian terkait, akan terus dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Diharapkan PSEL di Bogor dapat beroperasi penuh dalam beberapa tahun ke depan dan menjadi model pengelolaan sampah modern yang dapat direplikasi di kota-kota lain di Indonesia.
Dengan adanya PSEL, Bogor tidak hanya akan memiliki infrastruktur pengolahan sampah yang lebih maju, tetapi juga berkontribusi pada bauran energi nasional. Keberhasilan proyek ini akan menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengadopsi teknologi ramah lingkungan untuk menjawab tantangan perkotaan, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan yang lebih inklusif.




