Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Panjangsari, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, resmi memulai pembangunan Gedung Dakwah melalui prosesi peletakan batu pertama di Dukuh Glempang pada Senin, 7 September 2026. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wakil Ketua DPRD Kebumen Khalisha Adelia Aziza, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong Ir. H. Mohamad Yahya Fuad, S.E., serta sejumlah pejabat daerah, Forkopimcam, dan perangkat Desa Panjangsari.
Ketua PRM Panjangsari, Kuatno, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan para tokoh daerah, terutama kepada Ketua PCM Gombong dan Kepala Desa Panjangsari, sehingga pembangunan di ranting termuda ini dapat dimulai. Menurutnya, PRM Panjangsari merupakan ranting yang masih muda dan berada di ujung timur Gombong. “Meskipun PRM Panjangsari adalah ranting yang masih muda dan berada di ujung timur Gombong, kami berharap kehadiran gedung dakwah berukuran 8×21 meter di atas tanah wakaf ini dapat membawa kemajuan, keberkahan, serta mempererat kolaborasi antar warga,” ujar Kuatno dalam sambutannya.
Ketua PCM Gombong, Ir. H. Mohamad Yahya Fuad, S.E., menekankan bahwa aset Muhammadiyah diperuntukkan bagi kemaslahatan masyarakat luas tanpa memandang latar belakang suku atau agama. Ia mencontohkan banyak amal usaha Muhammadiyah di Indonesia Timur seperti di Sorong yang justru lebih banyak dimanfaatkan oleh saudara-saudara non-muslim. “Kepemilikan boleh Muhammadiyah, tetapi pemanfaatannya adalah untuk semua. Kita harus kuat dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan agar dicintai masyarakat luas,” tegasnya.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut baik dan memberikan apresiasi atas dimulainya pembangunan pusat pembinaan umat dan sosial tersebut. Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi wadah untuk menimba ilmu, memperkuat akhlak, serta tempat bertumbuh yang positif bagi masyarakat setempat. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lilis juga memaparkan sejumlah komitmen pembangunan infrastruktur di wilayah Gombong dan sekitarnya.
Pada tahun 2026, Pemkab Kebumen telah mengalokasikan anggaran untuk pelebaran Jalan Kenanga, pelebaran Jalan Sempor Lama, serta pemeliharaan berkala ruas jalan Gombong-Kuwarasan dan Wero-Semondo, yang dilanjutkan dalam APBD Perubahan 2026. Penataan kawasan strategis seperti Lapangan Manunggal dan fasad Pasar Wonokriyo juga masuk dalam agenda prioritas, disusul pembangunan pedestrian Gombong dan Jembatan Klopogodo pada 2027. “Ini bukan karena saya orang Gombong ya, tapi memang sudah waktunya diperbaiki,” jelas Bupati Lilis.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan umat, Bupati juga menyatakan akan memberikan bantuan khusus untuk penyelesaian Gedung Dakwah PRM Panjangsari. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan prosesi peletakan batu pertama secara simbolis oleh Bupati Kebumen, Ketua PCM Gombong, Kepala Desa Panjangsari, dan Ketua PRM Panjangsari di lokasi pembangunan.



