Wacana pemekaran wilayah di Kabupaten Banyumas kembali mencuat dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Salah satu suara yang muncul berasal dari Sadewo, seorang tokoh yang dikabarkan berasal dari daerah Kasihan. Ia menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi dampak pemekaran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini banyak disumbang oleh kawasan Purwokerto.
Menurut Sadewo, Purwokerto selama ini menjadi pusat ekonomi dan perdagangan di Kabupaten Banyumas. Kontribusinya terhadap PAD kabupaten sangat signifikan, baik dari sektor pajak daerah, retribusi, maupun pendapatan lain yang sah. Jika pemekaran dilakukan, dikhawatirkan wilayah yang memiliki potensi ekonomi besar seperti Purwokerto akan terpisah dan membawa sebagian besar sumber pendapatan tersebut.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Dalam sejarah pemekaran daerah di Indonesia, sering kali wilayah induk kehilangan sumber pendapatan utama setelah wilayah yang lebih maju dimekarkan menjadi daerah otonom baru. Hal ini dapat menghambat pembangunan dan pelayanan publik di daerah induk yang ditinggalkan.
Sadewo berharap pemerintah kabupaten dan provinsi dapat mengkaji secara mendalam rencana pemekaran ini. Ia meminta agar kajian tidak hanya berfokus pada aspek administratif dan politik, tetapi juga mempertimbangkan dampak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses pembahasan agar masyarakat dapat memberikan masukan.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai pemekaran wilayah di Kabupaten Banyumas. Namun, pernyataan Sadewo ini menjadi salah satu bahan pertimbangan yang perlu didengar oleh para pemangku kepentingan. Pemerintah diharapkan dapat mencarikan solusi terbaik yang tidak merugikan daerah induk maupun daerah yang ingin dimekarkan.
Isu pemekaran sendiri merupakan bagian dari dinamika otonomi daerah yang terus berlangsung di Indonesia. Setiap usulan pemekaran selalu memunculkan pro dan kontra, dan penting bagi semua pihak untuk berdialog serta mencari titik keseimbangan demi kemajuan bersama.



