Sebanyak 72 Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) dan 15 Majelis Pembimbing Satuan (Mabisa) di Kecamatan Kemranjen resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Camat Kemranjen selaku Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka, Ika Suprihatin, dalam sebuah acara yang digelar di lingkungan Kwarran Kemranjen. Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur pembinaan Gerakan Pramuka di tingkat gugus depan dan desa.
Mabigus dan Mabisa memiliki posisi penting dalam mendukung keberlangsungan pembinaan kepramukaan. Mabigus berperan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di gugus depan, sedangkan Mabisa menjadi bagian dari penguatan pembinaan di tingkat desa. Dengan pelantikan ini, para pengurus diharapkan tidak hanya memahami kedudukan dan tanggung jawab secara organisatoris, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan pembinaan Pramuka yang dinamis.
Dalam sambutannya, Ika Suprihatin menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses. Menurutnya, pengucapan ikrar dan pengukuhan jabatan justru menjadi awal bagi para Mabigus dan Mabisa untuk menjalankan tanggung jawab dalam mendukung pembinaan kepramukaan di wilayah masing-masing. “Tak berhenti pada seremoni, pelantikan Mabigus dan Mabisa ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran pembinaan Gerakan Pramuka di masing-masing gugus depan. Keberadaan Mabigus dan Mabisa saya harapkan mampu memberikan dukungan, arahan serta penguatan terhadap penyelenggaraan kegiatan kepramukaan di satuan pendidikan,” kata Ika.
Ia menilai keberadaan pembina yang memiliki dukungan kelembagaan akan membantu gugus depan dalam menyusun dan melaksanakan program kepramukaan secara lebih terarah. Dukungan tersebut dibutuhkan agar kegiatan Pramuka tidak hanya berjalan sebagai aktivitas rutin, tetapi mampu memberikan pengalaman pendidikan yang relevan bagi peserta didik. Menurut Ika, pembinaan Pramuka memiliki peran strategis dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat dikembangkan melalui kegiatan kepramukaan yang dirancang secara menarik dan edukatif.
Usai pelantikan, Kwarran Kemranjen melanjutkan kegiatan dengan capacity building bagi para Mabigus dan Mabisa. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas sekaligus pembekalan agar para pengurus yang baru dilantik memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tugas dan tanggung jawabnya. Ika Suprihatin memberikan apresiasi terhadap langkah Kwarran Kemranjen yang menyandingkan pelantikan dengan kegiatan peningkatan kapasitas. Menurutnya, pembekalan semacam itu diperlukan agar para Mabigus dan Mabisa tidak hanya mengetahui tugas secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjalankannya dalam konteks pembinaan gugus depan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Cabang (Pusdiklatcab) Banyumas, Yusup Supriyadi, bersama pelatih Didit Arifin Ardiyanto sebagai narasumber. Ketua Kwarran Kemranjen, Maskuri, mengatakan capacity building sengaja ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian pelantikan. “Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan kepemimpinan Mabigus dan Mabisa, sehingga mampu menjalankan peran secara lebih efektif dalam mengembangkan gugus depan,” ujar Maskuri. Ia menambahkan bahwa Mabigus dan Mabisa tidak cukup hanya memahami tugas administratif dan organisatoris, melainkan perlu menjadi bagian dari gerakan yang mendorong terciptanya kegiatan kepramukaan yang aktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Maskuri menilai kolaborasi antara pengelola gugus depan, satuan pendidikan, pemerintah desa, serta Kwarran akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan Gerakan Pramuka di Kecamatan Kemranjen. “Capacity building ini menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi dan kepemimpinan Mabigus dan Mabisa, sehingga mampu mewujudkan gugus depan yang aktif, mandiri dan berprestasi,” lanjutnya. Pelantikan puluhan Mabigus dan Mabisa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan kepramukaan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai unsur, tidak hanya berhenti pada aspek administratif, tetapi juga melalui perhatian terhadap program, fasilitasi kegiatan, dan penguatan koordinasi.



