Sebanyak 46 ton bantuan untuk korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersimpan di gudang Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Halim Perdanakusuma, Jakarta, per 29 Agustus 2026. BNPB mencatat tambahan bantuan 4,8 ton dari sembilan donatur pada hari yang sama, sementara 21,7 ton telah disalurkan ke wilayah terdampak.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan melalui satu sorti penerbangan TNI Angkatan Udara dengan tujuan Maumere. “Penyaluran dilakukan melalui satu sorti penerbangan TNI Angkatan Udara dengan tujuan Maumere,” ujarnya di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Distribusi melalui jalur udara dipilih untuk mempercepat pengiriman bantuan ke daerah yang membutuhkan. Posduklognas Halim terus mengoptimalkan penerimaan, pengelolaan, dan penyaluran bantuan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Berton menegaskan pengelolaan bantuan dilakukan dengan memperhatikan ketepatan jenis, jumlah, dan waktu penyaluran. “Prinsipnya tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat waktu,” katanya.
Penanganan logistik ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat gempa bumi yang melanda NTT pada 17 Agustus 2026. Pemerintah, TNI, lembaga terkait, serta para donatur terlibat dalam penanganan bencana tersebut.
BNPB memastikan penerimaan dan distribusi bantuan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pemulihan warga terdampak gempa di NTT. Hingga saat ini, total bantuan yang terkumpul di Posduklognas Halim mencapai 46.399 kilogram, dengan 21.738 kilogram telah didistribusikan.



