Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru terpilih, Gus Kikin, menyatakan akan memberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) NU kepada Prabowo Subianto. Pernyataan ini muncul pada Senin, 31 Agustus 2026, tidak lama setelah ia resmi menjabat sebagai ketua umum.
Meski belum ada rincian lebih lanjut mengenai waktu dan mekanisme pemberian KTA tersebut, langkah ini dinilai sebagai simbol kedekatan antara organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan tokoh nasional tersebut. KTA NU sendiri merupakan tanda resmi keanggotaan dalam organisasi yang didirikan pada 1926 ini.
Gus Kikin, yang namanya dikenal di kalangan Nahdlatul Ulama, menggantikan kepemimpinan sebelumnya. PBNU memiliki jutaan anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi salah satu kekuatan sosial-politik yang berpengaruh di Tanah Air. Kepemimpinan baru ini diharapkan membawa arah baru bagi organisasi.
Prabowo Subianto, yang juga dikenal sebagai tokoh politik dan pernah mencalonkan diri dalam pemilihan presiden, belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana pemberian KTA NU tersebut. Sebagai figur publik yang kerap berinteraksi dengan berbagai kalangan, langkah ini menarik perhatian banyak pihak.
Langkah ini dapat dilihat sebagai upaya untuk mempererat hubungan antara NU dan tokoh-tokoh nasional, serta memperluas jaringan keanggotaan NU di kalangan elite politik. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan yang bersangkutan. Apakah Prabowo akan menerima tawaran tersebut masih menjadi pertanyaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak PBNU maupun Prabowo. Publik menantikan tindak lanjut dari rencana ini, termasuk apakah pemberian KTA akan dilakukan dalam acara resmi atau secara simbolis. Yang jelas, inisiatif Gus Kikin ini menjadi sorotan di tengah dinamika politik nasional.

