Tim Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri berhasil memulihkan 11.225 dokumen kependudukan warga yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses pemulihan tersebut berlangsung selama enam hari setelah bencana melanda wilayah tersebut.
Dokumen yang dipulihkan meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, serta dokumen kependudukan lainnya yang rusak atau hilang akibat gempa. Keberadaan dokumen ini menjadi penting bagi warga untuk mengakses layanan publik, seperti bantuan sosial, layanan kesehatan, dan administrasi lainnya.
Tim Dukcapil diterjunkan ke lokasi pengungsian dan kantor desa untuk mendata serta memproses pemulihan dokumen secara cepat. Mereka bekerja sama dengan dinas kependudukan setempat dan relawan untuk memastikan setiap warga yang membutuhkan dapat terlayani. Proses ini dilakukan dengan sistem daring dan luring agar menjangkau seluruh warga terdampak.
Kepala Dukcapil dalam keterangannya menyampaikan bahwa percepatan pemulihan dokumen menjadi prioritas agar warga dapat segera kembali menjalani kehidupan normal dan menerima hak-haknya. “Kami berupaya maksimal agar dokumen warga segera kembali, karena ini menyangkut akses layanan dasar,” ujarnya.
Dengan selesainya pemulihan 11.225 dokumen, diharapkan warga NTT yang terdampak gempa dapat lebih mudah mengurus keperluan administratif dan mendapatkan bantuan yang diperlukan. Pemerintah juga akan terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pelayanan.

