• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Saturday, September 19, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Mahasiswa KKN UIN Saizu dan Puskesmas Purbalingga Edukasi Stigma TBC Lewat Siaran Langsung

by reporter
August 30, 2026
in Daerah
0

PURBALINGGA – Perjuangan melawan Tuberkulosis (TBC) tidak berakhir saat seseorang dinyatakan sembuh. Stigma, ketakutan, dan pandangan negatif dari lingkungan kerap menjadi beban tambahan bagi pasien maupun mantan pasien. Hal ini mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Responsif UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto berkolaborasi dengan Puskesmas Purbalingga dalam program OBAMA (Obrolan Bersama Puskesmas Purbalingga) pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan dikemas melalui siaran langsung di platform TikTok dan Instagram dengan menghadirkan mantan pasien TBC sebagai narasumber.

Program ini berangkat dari kenyataan bahwa minimnya informasi mengenai TBC memunculkan kesalahpahaman di masyarakat. Ketakutan akan penularan, pemahaman keliru tentang pengobatan, hingga anggapan bahwa penyintas harus dijauhi menjadi beban psikologis tersendiri. Karena itu, edukasi tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga dimensi sosial yang menyertai perjalanan pasien. Media digital dipilih karena mampu menjangkau audiens lebih luas, khususnya generasi muda, dengan cara yang interaktif dan ringan.

Kehadiran mahasiswa KKN yang merupakan mantan pasien TBC memberikan kekuatan tersendiri. Pengalaman pribadi menjalani pengobatan hingga kembali beraktivitas normal menjadi pesan nyata bahwa TBC bukan akhir kehidupan. Dalam dialog OBAMA, pengalaman itu digunakan untuk membangun perspektif bahwa di balik status pasien terdapat manusia dengan keluarga, cita-cita, dan masa depan. “TBC bukanlah akhir dari kehidupan dan bukan pula sebuah aib. Yang dibutuhkan oleh seseorang yang sedang menjalani pengobatan bukanlah dijauhi, melainkan diberikan dukungan, pemahaman, dan kesempatan untuk tetap menjalani kehidupan seperti biasa,” demikian pesan utama yang disampaikan.

Pesan tersebut sekaligus mengajak masyarakat melihat persoalan TBC dari sisi kemanusiaan. Dukungan keluarga, teman, dan lingkungan sosial menjadi kekuatan psikologis bagi pasien. Sebaliknya, perlakuan diskriminatif dapat membuat pasien malu, takut terbuka, bahkan menarik diri. Informasi yang benar menjadi kunci membangun lingkungan yang tidak diskriminatif. Edukasi penting untuk membedakan kewaspadaan terhadap penyakit dengan tindakan mengucilkan orang yang pernah mengalaminya.

Pemanfaatan media digital menjadi strategi utama. Berbeda dengan penyuluhan konvensional yang terbatas pada kehadiran fisik, siaran melalui TikTok dan Instagram memungkinkan informasi menjangkau masyarakat lebih luas. Format obrolan membuat topik stigma TBC dibahas secara komunikatif tanpa kehilangan substansi. Kolaborasi dengan Puskesmas Purbalingga menunjukkan peran mahasiswa sebagai penghubung antara pengetahuan kesehatan dan masyarakat. Pesan tentang dukungan kepada pasien dan mantan pasien dapat disebarluaskan lebih cepat dan berpotensi diteruskan oleh masyarakat.

Edukasi tidak berhenti pada siaran langsung. Mahasiswa KKN juga membuat poster digital mengenai stigma TBC yang dapat disebarluaskan melalui media sosial. Media visual ini dirancang singkat, mudah dipahami, dan mudah dibagikan. Salah satu pesan yang ditekankan adalah “Jangan jadikan TBC sebagai alasan untuk menjauh. Jadikan kepedulian sebagai langkah untuk menguatkan.” Poster digital diharapkan memperpanjang jangkauan kegiatan meski siaran langsung telah berakhir. Dengan demikian, pengalaman seorang penyintas berkembang menjadi sumber pembelajaran dan gerakan kepedulian bagi masyarakat.

Kolaborasi KKN Responsif UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto bersama Puskesmas Purbalingga melalui program OBAMA menegaskan bahwa perang melawan TBC membutuhkan lebih dari sekadar pengobatan medis. Diperlukan keberanian melawan stigma, membenahi informasi keliru, serta membangun lingkungan sosial yang mendukung. Pengalaman mantan pasien yang dibagikan melalui media digital menjadi bukti bahwa seseorang dapat bangkit dan menjadi penggerak perubahan.

Previous Post

Wacana Pemekaran Kabupaten Banyumas: Kota Purwokerto dan Kabupaten Banyumas, Usulan Pembagian Kecamatan Masih Dibahas

Next Post

Festival Lampion Kebumen Sumunar 2026 Digelar Perdana, 1001 Lampion Meriahkan Alun-alun Pancasila

reporter

reporter

Next Post

Festival Lampion Kebumen Sumunar 2026 Digelar Perdana, 1001 Lampion Meriahkan Alun-alun Pancasila

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Experience Wazamba No Deposit Bonus

September 19, 2026

Wazamba App Dine Spillopplevelser Nye Høyder

September 19, 2026

Unlock Librabet Casino Bonus Code Secrets for Big Wins

September 19, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.