PT Transjakarta mengumumkan bahwa seluruh layanan bus rapid transit (BRT) telah beroperasi normal kembali pada Jumat, 28 Agustus 2026, sehari setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Meski demikian, sejumlah rute non-BRT masih mengalami penyesuaian operasional, termasuk pengalihan, perpendekan, dan penghentian sementara.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, dalam keterangan resminya menyatakan, “Seluruh layanan BRT Transjakarta telah beroperasi normal melayani pelanggan.” Namun, ia menambahkan bahwa kondisi di lapangan memaksa beberapa rute non-BRT untuk menyesuaikan operasionalnya. “Menyesuaikan kondisi di lapangan, beberapa rute non BRT masih mengalami penyesuaian operasional (pengalihan, perpendekan, dan penghentian sementara),” jelasnya.
Tiga rute non-BRT dihentikan sementara, yaitu rute 1B (Stasiun Palmerah-Tosari) dan 1F (Stasiun Palmerah-Bundaran Senayan) yang merupakan angkutan umum integrasi, serta rute SH2 (Blok M-Bandara Soekarno-Hatta) yang termasuk layanan Transjabodetabek. Penghentian ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan dan keamanan di sekitar lokasi demo.
Sejumlah rute lain mengalami pengalihan. Rute P11 (Bogor-Blok M), S61 (Alam Sutera-Blok M), dan T31 (PIK 2-Blok M) dialihkan. Khusus untuk rute S61, arah Alam Sutera tidak melayani Halte Gerbang Pemuda hingga Halte Petamburan, sedangkan arah Blok M tidak melayani Halte Kota Bambu hingga Halte Gerbang Pemuda. Selain itu, rute JAK.14 (Tanah Abang-Meruya) tidak melayani bus stop Sekolah Tarsisius 2 hingga Jalan KS Tubun 2.
Untuk rute yang diperpendek, layanan JAK.54 (Grogol-Benhil) tidak melayani bus stop Slipi Petamburan 1 hingga SMPB 40. Penyesuaian ini dilakukan agar operasional tetap berjalan lancar tanpa mengganggu keamanan pengguna dan petugas.
PT Transjakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk mengantisipasi waktu perjalanan dan selalu memperbarui informasi melalui aplikasi TJ, situs resmi, serta media sosial Transjakarta. “PT Transportasi Jakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk mengantisipasi waktu perjalanan dan mengupdate informasi melalui aplikasi TJ, Transjakarta dan sosial media resmi Transjakarta,” kata Ayu.
Aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR RI sempat memengaruhi operasional sejumlah moda transportasi di Jakarta. Setelah kondisi dinyatakan kondusif, Transjakarta kembali melayani masyarakat, tetapi dengan sejumlah penyesuaian pada rute non-BRT untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan.

