Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pihak terkait masih berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di wilayah tersebut pada Kamis (27/8). Upaya pemadaman dilakukan sepanjang hari mengingat karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan secara tuntas.
Berdasarkan informasi dari lapangan, titik api terpantau di sejumlah area lahan gambut yang kering akibat musim kemarau. Kondisi ini diperparah oleh angin yang bertiup cukup kencang, sehingga api cepat merambat ke area lain. Petugas BPBD Kubu Raya dikerahkan ke lokasi dengan membawa peralatan pemadam, termasuk pompa air dan alat semprot, serta melakukan pembasahan secara manual di titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
Kepala BPBD Kubu Raya, melalui keterangan singkatnya, menyatakan bahwa timnya bekerja sama dengan Manggala Agni, TNI, Polri, dan relawan untuk mengendalikan api. “Kami fokus pada pendinginan area yang masih berasap, karena gambut bisa menyimpan bara di bawah permukaan,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat risiko karhutla yang sangat tinggi pada musim kemarau.
Karhutla di Kalimantan Barat, khususnya Kubu Raya, bukanlah fenomena baru. Setiap tahun, saat puncak kemarau, lahan gambut yang luas di provinsi ini rawan terbakar, baik akibat faktor alam maupun ulah manusia. Dampaknya tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga, serta mengganggu transportasi udara di beberapa bandara regional.
Hingga berita ini diturunkan, luasan lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan oleh petugas. Namun, visual dari lokasi menunjukkan kepulan asap tebal yang masih membubung di beberapa titik. Petugas mengaku kesulitan menjangkau area yang jauh dari sumber air, sehingga mereka harus membuat sekat kanal dan memompa air dari sungai terdekat untuk membasahi lahan gambut secara menyeluruh.
Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak beberapa pekan lalu. Posko-posko pemantauan didirikan di desa-desa rawan, dan patroli rutin dilakukan untuk mendeteksi titik panas lebih dini. Masyarakat diharapkan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.
Perjuangan memadamkan api di lahan gambut memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Petugas bertekad untuk terus berupaya hingga api benar-benar padam, meskipun tantangan medan dan cuaca menjadi kendala utama. Warga sekitar pun berharap karhutla segera teratasi agar mereka dapat beraktivitas normal tanpa terganggu asap.

