Warga pengguna jalan ruas Kunduran-Ngawen di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali kecewa. Pasalnya, perbaikan jalan rusak di ruas tersebut hanya dilakukan sepanjang 200 meter, tidak sesuai harapan warga yang menginginkan perbaikan menyeluruh.
Kekecewaan ini muncul setelah proyek perbaikan jalan yang dinanti-nanti akhirnya berjalan. Namun, alih-alih memperbaiki seluruh titik kerusakan yang membentang, pengerjaan hanya difokuskan pada satu segmen sepanjang 200 meter. Warga menilai upaya tersebut tidak akan menyelesaikan masalah secara tuntas.
Jalan Kunduran-Ngawen merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan dua kecamatan di Blora. Kondisinya yang rusak parah selama ini menyulitkan mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi maupun sosial. Lubang-lubang besar dan permukaan jalan yang bergelombang kerap memicu kecelakaan dan memperlambat perjalanan.
Sebelumnya, warga berharap pemerintah daerah dapat melakukan perbaikan total pada ruas jalan tersebut. Namun, dengan hanya digarap 200 meter, banyak titik rusak lain yang masih dibiarkan. Hal ini membuat warga mempertanyakan prioritas penanganan infrastruktur di daerah mereka.
Menurut informasi yang dihimpun, perbaikan sepanjang 200 meter tersebut hanyalah bagian dari upaya darurat untuk menambal kerusakan paling parah. Namun, warga menilai hal itu tidak cukup. Mereka mendesak agar pemerintah segera menganggarkan perbaikan menyeluruh untuk seluruh ruas jalan yang rusak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora terkait keluhan warga tersebut. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar akses jalan yang mereka butuhkan sehari-hari dapat kembali layak digunakan.

