Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menerbitkan 358 dokumen kependudukan melalui gerakan jemput bola pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, sebagai respons atas kebutuhan administrasi warga yang terdampak bencana.
Gerakan jemput bola merupakan strategi Dukcapil untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dalam situasi pascagempa, banyak warga yang kehilangan atau rusak dokumen kependudukannya. Dengan mendatangi langsung lokasi pengungsian atau permukiman warga, petugas Dukcapil dapat membantu proses penerbitan dokumen secara lebih cepat dan mudah.
Melalui gerakan ini, Dukcapil berupaya memastikan hak administratif warga tetap terpenuhi meskipun dalam kondisi darurat. Dokumen yang diterbitkan diharapkan dapat membantu warga dalam mengakses layanan publik lainnya, seperti bantuan sosial, kesehatan, dan pendidikan.
Hingga saat ini, sebanyak 358 dokumen telah diterbitkan. Dukcapil terus melakukan pendataan dan pelayanan di lapangan untuk menjangkau seluruh warga yang membutuhkan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi bencana.




