Perjalanan Commuter Line KA 5744B relasi Angke–Manggarai mengalami gangguan akibat insiden mobil tertemper di jalur antara Stasiun Tanah Abang dan Karet, Jakarta, pada Senin malam, 24 Agustus 2026. Insiden tersebut menyebabkan keterlambatan perjalanan, namun setelah proses evakuasi dilakukan, layanan kembali normal.
Menurut keterangan resmi dari akun X @KAI Commuter, peristiwa terjadi di antara Stasiun Tanah Abang – Karet. “Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line pada KA 5744B relasi Angke–Manggarai akibat tertemper mobil di antara Stasiun Tanah Abang – Karet saat ini dalam proses evakuasi mobil yang menghalangi jalur serta pemeriksaan rangkaian kereta,” tulis @KAI Commuter. Proses evakuasi mobil yang menghalangi jalur serta pemeriksaan rangkaian kereta pun segera dilakukan.
Beruntung, proses evakuasi tidak memakan waktu terlalu lama. Setelah mobil berhasil dievakuasi, perjalanan Commuter Line kembali normal sembari mengurai kepadatan dampak gangguan. “Saat ini, perjalanan Commuter Line lintas Cikarang PP sudah dapat dilayani normal dan dalam penguraian kepadatan di lintas,” kata pernyataan tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah kekhawatiran akan berkurangnya jumlah KRL yang beroperasi di Jabodetabek. Sebanyak 29 unit rangkaian kereta rel listrik (KRL) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan berhenti beroperasi periode 2023-2024, berpotensi mengganggu layanan transportasi publik di masyarakat. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi pengguna Commuter Line yang setiap harinya bergantung pada moda transportasi tersebut.
KRL Commuter Line merupakan layanan kereta rel listrik yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter). KAI Commuter terus berupaya memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Setelah insiden, petugas langsung melakukan evakuasi dan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada kerusakan lebih lanjut. Layanan lintas Cikarang PP pun kembali normal, meskipun sempat terjadi penumpukan penumpang akibat keterlambatan.
Kejadian mobil tertemper di jalur kereta menjadi pengingat pentingnya keselamatan di sekitar perlintasan. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan berhati-hati saat melintasi jalur kereta. KAI Commuter juga mengimbau agar pengguna jalan tidak memaksakan diri melintas saat palang pintu sudah menutup.
Dengan normalnya kembali perjalanan Commuter Line, diharapkan aktivitas masyarakat yang menggunakan transportasi publik ini dapat berjalan lancar. KAI Commuter akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.



