• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Friday, September 18, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Kebakaran Hutan di Taman Nasional Way Kambas Meluas, 107 Hektare Terdampak

by reporter
August 24, 2026
in Nasional
0

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, terus meluas hingga hari keempat. Per Senin (24/8/2026), sekitar 100,7 hektare lahan di kawasan konservasi tersebut masih terbakar, dengan titik api baru yang muncul setelah upaya pemadaman sebelumnya.

Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Jumat (21/8/2026). Area yang terbakar mayoritas ditumbuhi alang-alang yang mudah tersulut saat kondisi kering. TNWK sendiri memiliki luas sekitar 120 ribu hektare, dan sekitar 20 ribu hektare di antaranya merupakan hamparan alang-alang yang rentan terbakar.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang akrab disapa Mirza, mengungkapkan bahwa luas lahan yang masih terbakar mencapai 107 hektare. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Sumatra bersama Presiden Prabowo Subianto secara virtual. “Yang masih terbakar 107 hektare,” ujar Mirza, Senin (24/8/2026).

Proses pemadaman tidak mudah karena lokasi kebakaran cukup jauh dari kanal maupun sumber air. Titik api pertama berhasil dipadamkan pada Sabtu malam, namun pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, petugas kembali menemukan titik api baru sekitar 2 kilometer dari lokasi sebelumnya. “Masih satu titik api, cuma kami berusaha mencoba agar tidak timbul lagi karena biasanya di bawah alang-alang masih sering muncul lagi,” kata Mirza.

Di tengah upaya pemadaman, pemerintah bersama pengelola TNWK juga memantau kondisi satwa liar, terutama kelompok gajah. Saat ini terdapat 11 kelompok gajah yang terus dipantau. Mirza memastikan posisi kelompok gajah terdekat masih cukup jauh dari lokasi hotspot, yakni sekitar 27 kilometer. Sementara gajah jinak atau gajah latih berada sekitar 8 kilometer dari titik kebakaran. “Insya Allah aman dan tidak terdampak,” ucapnya.

Untuk mencegah api meluas, posko bersama telah didirikan di kawasan TNWK. Langkah ini penting karena kawasan konservasi tersebut berbatasan langsung dengan sekitar 23 desa. “Pemerintah bersama berbagai pihak melakukan pemantauan dan penanganan secara kolaboratif, untuk mencegah munculnya titik api baru yang dapat mengancam kawasan hutan maupun permukiman warga,” jelas Mirza.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mengajukan tambahan peralatan untuk mempercepat penanganan, termasuk dukungan operasi water bombing menggunakan helikopter. Selain itu, petugas membutuhkan tambahan selang berukuran sekitar 1,5 inci dengan total panjang kurang lebih 3 kilometer untuk mendukung pemadaman dari darat. Karhutla di TNWK menjadi perhatian serius karena kawasan ini merupakan habitat penting bagi gajah sumatera dan berbagai satwa dilindungi lainnya.

Previous Post

Festival Kuliner Kebumen 2026, Enam Hari Raup Omzet Rp1 Miliar

Next Post

Aktivitas Parkir di Melawai Tetap Normal saat Wacana Tarif Zonasi Mengemuka

reporter

reporter

Next Post

Aktivitas Parkir di Melawai Tetap Normal saat Wacana Tarif Zonasi Mengemuka

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

12 Merek Beras Fortifikasi Ditarik dari Peredaran

September 18, 2026

Jakarta Selatan Perluas Penghijauan untuk Tekan Polusi dan Perbaiki Kualitas Udara

September 18, 2026

Pegawai Disdukcapil Semarang Diduga Terlibat Pembuatan KTP Palsu, Tarif Rp500 Ribu

September 18, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.