Infografis yang diterbitkan Liputan6 pada 11 Agustus 2026 mengungkapkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan getarannya terasa hingga negara tetangga, Ekuador. Infografis tersebut menampilkan gempa ini sebagai yang terkuat di Kolombia pada abad ini, berdasarkan data yang dihimpun.
Dalam infografis bertajuk ‘Infografis Guncang Gempa Kolombia Terkuat Abad Ini’, disebutkan secara eksplisit: ‘Gempa M7,4 mengguncang Kolombia dan terasa hingga Ekuador.’ Pernyataan ini menjadi inti informasi yang disajikan, meskipun tidak merinci waktu pasti kejadian, lokasi episenter, atau kedalaman gempa. Infografis tersebut kemungkinan besar menyusun data dari lembaga seismologi internasional untuk memberikan gambaran visual tentang kekuatan gempa.
Kolombia terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, jalur pertemuan Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan yang sangat aktif secara tektonik. Subduksi lempeng samudra di bawah lempeng benua sering memicu gempa bumi besar di sepanjang pesisir Pasifik Kolombia. Gempa magnitudo 7,4 termasuk dalam kategori gempa kuat yang berpotensi menyebabkan kerusakan struktural, terutama jika episenter berada di daratan atau dekat permukiman padat.
Getaran yang terasa hingga Ekuador menunjukkan luasnya jangkauan guncangan. Wilayah perbatasan antara Kolombia dan Ekuador, termasuk provinsi Esmeraldas di Ekuador dan departemen Nariño di Kolombia, kerap merasakan dampak gempa besar dari zona subduksi. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan bangunan yang dirilis bersamaan dengan infografis tersebut, namun getaran semacam ini biasanya memicu kewaspadaan warga dan otoritas setempat.
Infografis ini menjadi salah satu sumber informasi cepat bagi publik untuk memahami skala gempa. Dengan visualisasi data, masyarakat dapat dengan mudah mencerna besaran magnitudo, lokasi, dan wilayah terdampak. Liputan6, sebagai penyedia berita, rutin merilis infografis untuk peristiwa gempa besar guna meningkatkan literasi kebencanaan.
Gempa besar sebelumnya di Kolombia, seperti gempa magnitudo 8,8 pada tahun 1906 yang memicu tsunami, atau gempa Armenia 1999 (M6,2) yang menewaskan ribuan orang, menunjukkan bahwa wilayah ini sangat rawan. Gempa M7,4 kali ini, meskipun belum dikonfirmasi dampaknya, mengingatkan kembali pentingnya kesiapsiagaan dan sistem peringatan dini di negara tersebut.

