Polisi mengungkap bahwa Saepul (26), pelaku pembunuhan disertai mutilasi di rumah kontrakan di Cipayung, Depok, menjual barang milik korban melalui platform marketplace Facebook. Barang tersebut berupa satu unit sepeda motor Honda PCX dan handphone OPPO Reno 5 milik Kunaefi (51), korban yang ditemukan tewas terbungkus karung pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendara, menyatakan bahwa tersangka menjual motor dan handphone tersebut dengan harga murah. “Sepeda motor Honda PCX dijual seharga Rp 9,9 juta, sedangkan handphone OPPO Reno 5 dijual seharga Rp 950 ribu. Total hasil penjualan sebesar Rp 10.850.000. Berdasarkan keterangan tersangka, uang hasil penjualan tersebut kemudian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Penemuan mayat korban terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat seorang warga bermaksud membakar karung yang dikira berisi sampah. Saat karung terbakar dan sebagian meleleh, saksi melihat bagian tubuh manusia di dalamnya dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas. Kondisi korban saat ditemukan mengenaskan dengan kedua tangan terikat serta luka terbuka di bagian leher.
Pelaku Saepul ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat berupaya melarikan diri ke Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Identitas korban terungkap melalui proses identifikasi jenazah yang dipadukan dengan laporan orang hilang serta keterangan para saksi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan bahwa korban dan pelaku berkenalan melalui media sosial sebelum sepakat bertemu di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cipayung pada 23 Juli 2026. “Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa Saepul (S) dan korban berkenalan melalui media sosial sebelum sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung pada 23 Juli 2026,” kata Budi dalam keterangan tertulis pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Polisi masih mendalami motif pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan Saepul. Barang bukti berupa motor dan handphone yang telah dijual kini dalam proses penyitaan lebih lanjut untuk kepentingan penyidikan.

