Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peristiwa yang terjadi pada akhir pekan ini menghanguskan lahan seluas 30 hektar di area taman nasional tersebut. Petugas gabungan masih berupaya memadamkan api yang sebagian besar berada di titik-titik yang sulit dijangkau.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Yarman menyatakan bahwa api pertama kali terlihat pada Jumat (7/8) sore di kawasan Sembalun. “Petugas gabungan masih berupaya memadamkan api di titik-titik yang sulit dijangkau,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (8/8). Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.
Upaya pemadaman melibatkan personel dari TNGR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan. Namun, proses pemadaman terkendala oleh kondisi angin kencang dan medan yang terjal di sekitar lokasi kebakaran. Tim gabungan terus berusaha menjangkau titik-titik api yang masih menyala.
Kebakaran ini bukan pertama kalinya terjadi di Gunung Rinjani. Sebelumnya, pada Juli 2026, kebakaran serupa juga melanda kawasan tersebut dan menghanguskan lahan seluas 50 hektar. Kejadian berulang ini menjadi perhatian serius bagi pengelola taman nasional dan pemerintah daerah.
Pihak TNGR mengimbau kepada para pendaki dan masyarakat sekitar untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan ini disampaikan mengingat risiko kebakaran yang tinggi terutama pada musim kemarau. Gunung Rinjani yang merupakan destinasi wisata alam populer dan bagian dari UNESCO Global Geopark perlu dijaga kelestariannya.
Petugas gabungan masih terus berjibaku memadamkan api dan melakukan pendinginan di area terdampak. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan jika melihat titik api baru di sekitar kawasan gunung. Perkembangan situasi akan terus dipantau oleh Balai TNGR bersama instansi terkait.

