Sebuah kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam. Sejumlah saksi mata, termasuk pegawai SPBU yang berada tepat di samping gedung, mengaku mendengar dua kali suara ledakan keras sesaat sebelum kobaran api membesar dan melalap bagian atas bangunan.
Pegawai SPBU bernama Faris (27) menuturkan bahwa saat kejadian sekitar pukul 21.30 WIB, SPBU masih beroperasi normal melayani pelanggan 24 jam. Ia bersama rekan-rekannya tiba-tiba dikejutkan oleh suara ledakan besar. “Ini tadi SPBU buka, kita kan 24 jam, enggak tutup. Kita lagi pada di dalam, terus ada suara ledakan besar. Kejadian kurang lebih jam 21.30 WIB lah,” ujar Faris di lokasi.
Awalnya, Faris mengira ledakan berasal dari sekitar SPBU. Namun, setelah melihat ke arah gedung, ia mendapati kobaran api sudah membesar di lantai atas. “Panik kita kirain di depan dari SPBU, ternyata kok dari atas banyak yang berjatuhan, setelah itu bunyi meledak lagi. Pas saya liat di atas itu udah nyala gede,” jelasnya. Faris menegaskan bahwa ia mendengar dua kali ledakan dengan suara cukup keras sebelum api semakin membesar. “Iya ada dua kali ledakan yang gede, itu yang saya denger ya,” katanya.
Menyadari besarnya kobaran api, seluruh pegawai SPBU langsung menghentikan aktivitas operasional. Mereka mematikan aliran listrik dan mengevakuasi diri sebagai langkah antisipasi apabila api maupun material bangunan menjalar ke area SPBU. “Yaudah langsung pada teriak keluar, keluar, keluar. Bubar, matiin semua listriknya. Karena kita takut ada yang jatuh ke sini terus kena ke SPBU,” kata Faris.
Keterangan serupa disampaikan warga sekitar, Yusuf (42). Ia juga mengaku mendengar suara ledakan sebelum melihat kobaran api membakar gedung. “Ada, ada saya denger suara ledakan terus keluar udah nyala. Tapi awalnya cuma di belakangnya doang,” kata Yusuf. Menurutnya, api kemudian dengan cepat merambat ke sisi-sisi bangunan. Ia menduga hembusan angin mempercepat penyebaran kobaran api. “Eh terus lama-lama merembet dia, kayaknya angin kenceng. Jadi dia ke samping-samping juga kebakar,” ujarnya.
Yusuf juga menilai material bagian luar gedung membuat api cepat menjalar ke bagian atas maupun bawah bangunan. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan penyebabnya. “Kayaknya itu material luarnya si gedung emang gampang terbakar. Soalnya langsung kayak nyamber ke atas sama ke bawah,” kata dia. Ia bersyukur petugas pemadam kebakaran segera berdatangan ke lokasi sehingga kobaran api mulai dapat dikendalikan. Namun, menurut pengamatannya, api di bagian dalam gedung masih cukup besar. “Untung pemadam langsung banyak datangnya, ini udah mendingan. Tapi kayaknya di dalem masih gede apinya,” kata Yusuf.
Gedung Bapenda DKI Jakarta merupakan kantor instansi yang mengelola pendapatan daerah. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan proses pemadaman masih berlangsung. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.



