Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, menyusul kebakaran yang terjadi pada Jumat (7/8/2026) malam. Langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama proses pemadaman api yang masih berlangsung oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.
Kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 21.30 WIB, dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sepuluh menit kemudian, pukul 21.40 WIB. Operasi pemadaman dimulai pukul 21.41 WIB dengan status situasi masih dalam proses pemadaman (merah). Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dan 100 personel dikerahkan untuk menjinakkan api. Sebelumnya, respons awal hanya melibatkan dua unit dan 10 personel, namun jumlah armada dan personel terus ditambah seiring perkembangan situasi.
Melalui akun Instagram resmi @dishubdkijakarta, Dishub DKI mengumumkan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi. “Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi, Dishub DKI Jakarta melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas,” tulis akun tersebut, dikutip Sabtu (8/8/2026). Masyarakat diimbau untuk menghindari ruas jalan di sekitar lokasi kejadian, memilih jalur alternatif, serta mengikuti arahan petugas di lapangan guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
Gedung Bapenda DKI yang terletak di Jalan Abdul Muis No. 66, RT 003/RW 003, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, merupakan kantor instansi yang mengelola pendapatan daerah Provinsi DKI Jakarta. Kebakaran ini terjadi di malam hari, dan hingga berita ini ditulis, proses pemadaman masih berlangsung. Belum diketahui penyebab kebakaran maupun ada tidaknya korban dalam peristiwa tersebut. Petugas masih terus berupaya menjinakkan api di lokasi kejadian.
Kebakaran gedung perkantoran di pusat kota Jakarta kerap menimbulkan dampak pada lalu lintas di sekitarnya, terutama karena lokasi Jalan Abdul Muis yang berada di kawasan padat lalu lintas. Rekayasa lalu lintas yang dilakukan Dishub DKI diharapkan dapat meminimalkan kemacetan dan memastikan akses bagi kendaraan pemadam kebakaran. Masyarakat yang melintas di sekitar kawasan Gambir dan Petojo Selatan disarankan untuk mencari rute alternatif hingga situasi dinyatakan aman.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pemadaman dan penyebab kebakaran masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang. Dishub DKI juga akan terus memperbarui informasi rekayasa lalu lintas melalui kanal resmi mereka. Sementara itu, warga dan pengguna jalan diminta tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan.



