PT Bentoel Prima, salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, mengumumkan perubahan haluan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Perusahaan memutuskan untuk meninggalkan model pemberian bantuan sekali jalan dan beralih ke program yang dirancang untuk memberikan efek sosial jangka panjang. Keputusan ini diumumkan pada Kamis, 6 Agustus 2026, sebagai bagian dari transformasi strategi keberlanjutan perusahaan.
Selama ini, banyak perusahaan menjalankan CSR dalam bentuk donasi atau bantuan langsung yang sifatnya temporer. Namun, Bentoel menilai pendekatan tersebut kurang efektif dalam menciptakan perubahan yang berarti bagi masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan kini fokus pada program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan, seperti pengembangan kapasitas masyarakat, peningkatan akses pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang kami keluarkan untuk CSR benar-benar berdampak dan berkesinambungan. Bukan hanya memberikan ikan, tapi juga mengajarkan cara memancing,” ujar perwakilan manajemen Bentoel dalam keterangan resmi. Meski tidak merinci anggaran yang dialokasikan, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjalankan program yang terukur dan dapat dievaluasi dalam jangka waktu panjang.
Perubahan strategi ini juga sejalan dengan tren global di mana investor dan pemangku kepentingan semakin menuntut transparansi serta dampak nyata dari kegiatan CSR. Bentoel berharap langkah ini dapat meningkatkan reputasi perusahaan di mata publik dan regulator, terutama di tengah ketatnya pengawasan terhadap industri tembakau.
Ke depan, Bentoel akan merancang program CSR yang berbasis pada kebutuhan spesifik masyarakat di sekitar area operasionalnya. Perusahaan juga akan menggandeng mitra lokal dan lembaga swadaya masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan pendekatan baru ini, Bentoel optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi pembangunan sosial di Indonesia.



