PT Pertamina (Persero) terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) melalui program Local Hero sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian energi di tingkat desa. Program ini diumumkan pada Jumat, 7 Agustus 2026, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan energi terbarukan dan efisiensi energi.
Langkah ini diambil seiring dengan target pemerintah untuk mencapai bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 dan netral karbon pada 2060. Pertamina menilai bahwa desa-desa di Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi mandiri, seperti tenaga surya, mikrohidro, dan biogas, namun masih terkendala minimnya SDM yang terampil.
Melalui program Local Hero, Pertamina akan melatih dan memberdayakan warga desa sebagai agen perubahan di bidang energi. Mereka akan dibekali pengetahuan teknis tentang instalasi, perawatan, dan pengelolaan infrastruktur energi terbarukan. Selain itu, para Local Hero juga akan mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan usaha berbasis energi, seperti pengolahan limbah menjadi energi atau penjualan listrik skala kecil.
Program ini merupakan pengembangan dari inisiatif sebelumnya yang telah berjalan di beberapa daerah, seperti Desa Mandiri Energi di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pertamina menargetkan perluasan cakupan ke 100 desa pada akhir 2027, dengan masing-masing desa memiliki setidaknya lima Local Hero yang siap menjadi motor penggerak kemandirian energi.
Dalam keterangan resmi, manajemen Pertamina menyatakan bahwa penguatan SDM lokal adalah kunci keberlanjutan program energi desa. “Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mereka mampu mengelola sendiri kebutuhan energinya,” demikian bunyi pernyataan perusahaan. Sayangnya, rincian lebih lanjut mengenai anggaran dan mitra pelaksana belum diungkapkan.
Para pengamat energi menyambut positif langkah Pertamina ini. Mereka menilai bahwa pendekatan berbasis komunitas dapat mempercepat adopsi energi bersih di pedesaan sekaligus menciptakan lapangan kerja hijau. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya dukungan regulasi dan insentif dari pemerintah agar program serupa dapat direplikasi secara luas.
Dengan inisiatif ini, Pertamina berharap dapat berkontribusi pada pencapaian target energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ke depan, perusahaan akan terus memonitor dampak program dan melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan lapangan. Kemandirian energi desa bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang mulai diwujudkan.



