Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia atas keputusannya untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Pujian itu disampaikan Prabowo di tengah gejolak harga minyak dunia yang memicu kepanikan di berbagai negara. Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut bahwa Indonesia tetap tenang atau ‘cool’ sementara negara lain panik menaikkan harga BBM.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat, 7 Agustus 2026, dalam sebuah acara yang tidak disebutkan secara rinci. Prabowo menilai kebijakan Bahlil menjaga stabilitas harga BBM merupakan langkah strategis yang melindungi daya beli masyarakat dan menjaga perekonomian nasional. Menurutnya, di saat banyak negara terpaksa menyesuaikan harga BBM akibat lonjakan harga minyak mentah, Indonesia justru mampu mempertahankan harga yang sudah ada.
Kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir memang menjadi tantangan bagi banyak negara. Sejumlah negara di Asia dan Eropa telah menaikkan harga BBM untuk mengurangi beban subsidi anggaran. Namun, Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil memilih untuk tidak mengikuti langkah tersebut. Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah inflasi yang lebih tinggi.
Prabowo menyebut bahwa sikap tenang Indonesia dalam menghadapi tekanan global patut diapresiasi. “Negara lain panik, kita tetap cool,” ujarnya. Pujian ini juga mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kebijakan energi yang dijalankan oleh Kementerian ESDM. Bahlil sendiri sebelumnya telah menyatakan bahwa pemerintah akan terus mengkaji ulang kebijakan harga BBM secara berkala dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran dan dampak sosial.
Kebijakan tidak menaikkan harga BBM ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Masyarakat dan pelaku usaha menyambut baik langkah tersebut karena membantu menjaga biaya transportasi dan logistik tetap terkendali. Namun, beberapa pengamat mengingatkan bahwa subsidi BBM yang besar dapat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam jangka panjang jika harga minyak terus melonjak.
Meski demikian, pemerintah optimistis dapat mengelola subsidi dengan baik melalui efisiensi dan peningkatan pendapatan negara. Prabowo menegaskan bahwa prioritas utama adalah kesejahteraan rakyat, sehingga kebijakan energi harus berpihak pada masyarakat kecil. Apresiasi terhadap Bahlil ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah akan konsisten menjaga stabilitas harga BBM selama kondisi memungkinkan.
Ke depan, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak global dan mengevaluasi kebijakan BBM secara berkelanjutan. Keputusan untuk tidak menaikkan harga saat ini diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi dan menjaga daya saing industri dalam negeri.



