Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Berdasarkan data pasar valas, rupiah dibuka di level Rp17.935 per dolar AS pada pukul 09:47 WIB.
Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen pasar global yang masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Reserve) dan pergerakan mata uang utama dunia. Meski melemah, pergerakan rupiah tergolong terbatas dan masih berada dalam kisaran yang sama dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Para pelaku pasar masih mencermati perkembangan data ekonomi AS dan prospek suku bunga acuan yang dapat memengaruhi aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Selain itu, faktor domestik seperti data inflasi dan kebijakan Bank Indonesia juga menjadi perhatian investor.
Pada awal pekan ini, rupiah sempat menunjukkan penguatan tipis, namun tekanan dari penguatan dolar AS kembali muncul menjelang akhir pekan. Analis memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif seiring dengan ketidakpastian global.
Bank Indonesia sendiri terus melakukan intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamental ekonominya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas moneter terkait pergerakan rupiah hari ini.
Pasar keuangan Indonesia masih menunggu rilis data ekonomi penting dari AS dan dalam negeri yang dapat memberikan arah lebih jelas bagi pergerakan rupiah ke depan. Sementara itu, transaksi jual beli dolar AS di pasar spot masih berlangsung dengan volume yang moderat.



