PT Pertamina (Persero) mencatatkan pencapaian baru di sektor energi dengan memperoleh sertifikasi hijau pertama di dunia untuk terminal LPG miliknya. Sertifikasi ini diberikan kepada terminal LPG yang berlokasi di Indonesia, menjadikannya yang pertama secara global yang mendapatkan pengakuan ramah lingkungan tersebut.
Pencapaian ini diumumkan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Meski detail spesifik mengenai jenis sertifikasi dan lembaga pemberi belum dirilis, langkah ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mengadopsi praktik operasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Sertifikasi hijau umumnya diberikan kepada fasilitas yang memenuhi standar ketat dalam efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pengurangan emisi karbon.
Terminal LPG Pertamina yang dimaksud merupakan bagian dari infrastruktur strategis nasional untuk distribusi gas elpiji. Dengan raihan ini, Pertamina menjadi pionir di industri LPG global dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam operasi terminal.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mencapai net zero emission pada 2060 serta mendorong transisi energi di sektor hulu hingga hilir. Pertamina sendiri telah mencanangkan berbagai inisiatif hijau, termasuk penggunaan energi baru terbarukan dan digitalisasi operasi untuk mengurangi jejak karbon.
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari manajemen Pertamina mengenai detail sertifikasi, sumber internal menyebutkan bahwa proses audit berlangsung selama beberapa bulan dan melibatkan aspek teknis serta manajemen lingkungan. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur bagi terminal LPG lain di dunia untuk mengikuti standar serupa.
Dengan sertifikasi ini, Pertamina tidak hanya memperkuat reputasi di kancah internasional tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan mitra global yang mensyaratkan kepatuhan terhadap standar lingkungan tinggi. Ke depan, perusahaan berencana menerapkan standar hijau serupa di seluruh terminal dan fasilitas lainnya.



