Ratusan warga dan pedagang di kawasan Karet Tengsin, Jakarta Pusat, tetap menjalankan aktivitas berdagang di tengah penertiban puluhan bangunan yang berdiri di atas saluran penghubung (PHB) di Jalan Abdul Jalil. Penertiban yang dilakukan oleh petugas gabungan ini berlangsung sejak pagi hari, namun sejumlah pedagang memilih bertahan untuk melanjutkan usaha mereka.
Bangunan-bangunan yang ditertibkan tersebut diketahui berdiri di atas saluran penghubung atau PHB yang merupakan infrastruktur vital untuk drainase kota. Keberadaan bangunan liar di atas saluran air selama ini dinilai menghambat aliran air dan menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah tersebut. Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat turun ke lokasi untuk membongkar bangunan-bangunan yang dianggap melanggar aturan tata ruang dan mengganggu fungsi saluran air.
Meskipun proses penertiban berlangsung, sejumlah warga dan pedagang tetap bertahan di lokasi. Mereka terlihat masih melayani pembeli di lapak-lapak yang belum sepenuhnya dibongkar. Beberapa pedagang mengaku belum siap untuk pindah karena lokasi berdagang mereka sudah menjadi sumber penghidupan utama. “Kami hanya bisa pasrah, tapi tetap harus mencari nafkah,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Penertiban bangunan di atas saluran air ini bukan kali pertama terjadi di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara rutin melakukan operasi serupa untuk mengembalikan fungsi saluran air dan mengurangi risiko banjir. Namun, implementasinya kerap menemui kendala karena banyak warga yang bertahan dan membutuhkan waktu untuk relokasi. Di Karet Tengsin, puluhan bangunan yang ditertibkan terdiri dari kios, warung, dan tempat tinggal semipermanen.
Petugas di lapangan menyatakan bahwa penertiban dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Penataan Ruang. Mereka memberikan waktu kepada warga untuk mengamankan barang-barang sebelum bangunan dibongkar. “Kami sudah memberikan sosialisasi sebelumnya. Hari ini kami laksanakan penertiban sesuai prosedur,” kata seorang petugas Satpol PP yang memimpin operasi.
Kondisi di lokasi sempat memanas ketika sejumlah warga berusaha menghalangi petugas. Namun, situasi berhasil dikendalikan setelah petugas bernegosiasi dengan perwakilan warga. Hingga siang hari, proses pembongkaran masih berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Warga yang terkena dampak penertiban berharap pemerintah menyediakan lokasi relokasi yang layak agar mereka bisa tetap berdagang.
Penertiban bangunan di Jalan Abdul Jalil ini menjadi salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menata kawasan bantaran saluran air. Dengan dibongkarnya bangunan-bangunan liar tersebut, diharapkan aliran air di PHB Karet Tengsin bisa kembali lancar dan mengurangi genangan saat musim hujan. Namun, tantangan ke depannya adalah bagaimana menyediakan solusi ekonomi bagi warga yang kehilangan tempat usaha akibat penertiban ini.

