Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menduga bahwa makalah tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinominasikan untuk penghargaan Nobel bukanlah berasal dari pemerintah. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 6 Agustus 2026, dan menjadi perbincangan di kalangan publik.
Dalam pernyataannya, Hasan Nasbi mengungkapkan keraguan terhadap asal-usul makalah tersebut. Ia menilai bahwa dokumen yang diajukan untuk nominasi Nobel itu mungkin dibuat oleh pihak di luar struktur pemerintahan, meskipun program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah. Dugaan ini muncul tanpa disertai bukti lebih lanjut, namun langsung memicu diskusi mengenai transparansi dan kredibilitas nominasi.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri telah diluncurkan sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan mengurangi angka malnutrisi. Program ini mendapat perhatian luas, baik di dalam negeri maupun internasional. Nominasi untuk Nobel, jika benar berasal dari pemerintah, dianggap sebagai bentuk pengakuan atas inisiatif tersebut. Namun, keraguan Hasan Nasbi justru membuka pertanyaan mengenai siapa sebenarnya di balik pengajuan makalah itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai asal-usul makalah MBG untuk Nobel. Sejumlah kalangan mendesak agar pemerintah segera memberikan penjelasan untuk menghindari spekulasi yang semakin meluas. Sementara itu, Hasan Nasbi belum merinci lebih jauh dasar dugaannya, dan publik masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Kontroversi ini muncul di tengah upaya pemerintah untuk mempromosikan program-program sosial ke kancah global. Nobel Peace Prize atau kategori lainnya kerap menjadi ajang bagi negara-negara untuk menunjukkan capaian di bidang kemanusiaan. Namun, jika makalah tersebut ternyata bukan berasal dari pemerintah, hal ini bisa menimbulkan kebingungan mengenai koordinasi antarlembaga dalam mempromosikan program nasional.
Pengamat politik menilai bahwa pernyataan Hasan Nasbi perlu ditindaklanjuti dengan investigasi internal. Mereka berharap agar tidak ada miskomunikasi yang merugikan citra program MBG. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Kejelasan mengenai asal-usul makalah ini diharapkan dapat segera diperoleh dalam waktu dekat.

