UMP melatih para guru untuk merancang metode pembelajaran STEAM dan Deep Learning melalui aktivitas helikopter kertas. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya transformasi pembelajaran bermakna, yaitu pendekatan yang menekankan pemahaman mendalam dan pengalaman belajar yang aplikatif bagi siswa.
STEAM merupakan akronim dari Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics. Pendekatan ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu dalam satu aktivitas belajar sehingga siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkannya. Integrasi seni dan desain dalam STEAM memberi ruang bagi kreativitas, sementara unsur sains, teknologi, rekayasa, dan matematika melatih logika serta pemecahan masalah.
Dalam konteks pendidikan, Deep Learning atau pembelajaran mendalam merujuk pada proses belajar yang tidak berhenti pada hafalan. Siswa diajak memahami konsep secara bermakna, mengaitkannya dengan kehidupan nyata, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Metode ini menuntut guru untuk merancang pengalaman belajar yang menantang namun tetap dapat diikuti siswa.
Helikopter kertas digunakan sebagai media sederhana untuk menerapkan pendekatan tersebut. Melalui proyek ini, guru dapat mengajak siswa mengamati prinsip aerodinamika, keseimbangan, dan desain. Aktivitas membuat helikopter kertas juga memungkinkan siswa melakukan uji coba, mengamati hasil, dan memperbaiki rancangan mereka. Dengan cara itu, pembelajaran menjadi lebih konkret dan menyenangkan.
Pelatihan bagi guru menjadi kunci karena perubahan metode pembelajaran bergantung pada kemampuan pendidik merancang kegiatan di kelas. Guru tidak cukup hanya mengetahui teori STEAM dan Deep Learning, tetapi juga perlu memiliki contoh praktis yang dapat diterapkan. Penggunaan alat peraga sederhana seperti helikopter kertas menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna tidak selalu membutuhkan peralatan mahal.
Pendekatan STEAM dan Deep Learning sejalan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Siswa perlu dibekali keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa menemukan konsep, bukan sekadar menyampaikan materi. Dalam kerangka ini, aktivitas seperti helikopter kertas dapat menjadi pintu masuk untuk membahas topik yang lebih luas, mulai dari gaya, gerak, hingga energi.
Meski demikian, penerapan STEAM dan Deep Learning memerlukan perencanaan yang matang. Guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran, menyiapkan langkah kegiatan, dan merancang penilaian yang sesuai. Pelatihan dari UMP diharapkan memberi bekal tersebut sehingga guru dapat mengadaptasi metode ke berbagai mata pelajaran dan jenjang. Melalui kegiatan ini, UMP menegaskan perannya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Pelatihan diharapkan membantu guru menyusun pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.




