Gempa bumi bermagnitudo 4,6 mengguncang wilayah Sumur, Banten, pada Jumat (25/9/2026) malam. Getaran gempa dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk hingga Rangkasbitung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 20.47.33 WIB dengan magnitudo awal 4,7 yang kemudian diperbarui menjadi 4,6.
Berdasarkan informasi BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 7,04 derajat Lintang Selatan dan 105,22 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini berada di laut, sekitar 58 kilometer arah Barat Daya Sumur. BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di bawah laut.
Getaran gempa dirasakan dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI) di sejumlah wilayah, seperti Sumur, Muara Binuangeun, Bayah, Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, Panggarangan, dan Malingping. Pada skala III MMI, getaran terasa nyata di dalam rumah dan seperti ada truk yang melintas. Sementara itu, masyarakat di Anyer, Citeureup, dan Rangkasbitung merasakan getaran dengan intensitas II-III MMI.
Hingga laporan ini dibuat, BMKG belum menerima informasi mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Petugas BMKG masih melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah tersebut. Hingga pukul 21.05 WIB, belum terdeteksi adanya gempa susulan.
Gempa dangkal seperti ini umumnya terjadi akibat pergeseran batuan di kerak bumi yang relatif dekat dengan permukaan. Meskipun magnitudonya tidak besar, getarannya dapat terasa cukup kuat di area sekitar episenter. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan gempa. BMKG akan terus memperbarui informasi jika terjadi perkembangan lebih lanjut.




