SD Negeri 1 Parungkamal, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, menggelar In-House Training (IHT) bertema Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai upaya memperkuat peran satuan pendidikan dalam pengendalian kependudukan dan pencegahan stunting. Kegiatan ini melibatkan guru-guru SDN 1 Parungkamal, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Lumbir, serta Korwilcam Dindik Lumbir. IHT tersebut dirancang untuk meningkatkan koordinasi antara unsur pendidikan dan pihak terkait, sekaligus membekali sekolah dengan pemahaman yang lebih baik mengenai isu kependudukan, pembangunan keluarga berkualitas, dan langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ary Kurniawan, S.Pd. SD., Kepala SDN 1 Parungkamal. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa IHT ini menjadi bagian dari penguatan peran sekolah dalam mendukung program kependudukan dan kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan dasar. Selanjutnya, perwakilan Kepala Puskesmas Lumbir, Aris Susanti, juga menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya kolaborasi antara satuan pendidikan dan layanan kesehatan untuk mendukung upaya pencegahan serta penurunan stunting di wilayah Kecamatan Lumbir.
Arifin Nur Hayadi, S.Pd., M.Pd., Korwilcam Dindik Lumbir, turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan materi mengenai kebijakan dinas pendidikan dalam pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan serta penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Banyumas. Materi tersebut menempatkan sekolah sebagai unsur penting dalam mendukung kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan pengendalian kependudukan. Perhatian terhadap ATS menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan dan mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan, karena persoalan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan kependudukan masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan penyampaian materi oleh Heny Sulistiowati, SKM., MPH., Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Materi yang diangkat bertema mewujudkan keluarga berkualitas dari perspektif Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Sekolah Siaga Kependudukan diposisikan sebagai ruang edukasi yang membantu memperkenalkan isu kependudukan kepada warga sekolah, sehingga peserta didik dan pendidik memiliki wawasan mengenai pentingnya perencanaan kehidupan, kesehatan keluarga, serta berbagai persoalan terkait perkembangan kependudukan.
IHT di SDN 1 Parungkamal ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara sektor pendidikan dan kesehatan. Guru sebagai bagian dari lingkungan pendidikan memiliki peran dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik, sementara instansi terkait memberikan dukungan melalui kebijakan, pendampingan, dan penyampaian informasi sesuai bidang masing-masing. Upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan, tidak hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga edukasi, penguatan keluarga, peningkatan kepedulian masyarakat, serta pembentukan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Dengan diselenggarakannya IHT Sekolah Siaga Kependudukan tersebut, SD Negeri 1 Parungkamal diharapkan dapat memperkuat kontribusinya dalam mendukung program pengendalian kependudukan dan pencegahan stunting di Kabupaten Banyumas. Kolaborasi antara guru, Korwilcam Dindik Lumbir, Dinas Kesehatan, dan PLKB Kecamatan Lumbir menjadi bagian penting dalam mewujudkan program yang berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran mengenai kependudukan dan kesehatan keluarga, serta melalui penguatan kapasitas pendidik dan kerja sama lintas sektor, program Sekolah Siaga Kependudukan diharapkan memberikan manfaat bagi warga sekolah dan masyarakat di sekitarnya.

