Sebanyak 1.000 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjalani screening thalasemia sebagai upaya deteksi dini penyakit kelainan darah bawaan. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan kampus UMP Purwokerto, Jawa Tengah, dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
Thalasemia merupakan penyakit genetik yang diturunkan dari orang tua kepada anak. Penyakit ini menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin secara normal, sehingga sel darah merah mudah rusak dan penderita mengalami anemia kronis. Penderita thalasemia memerlukan transfusi darah secara rutin seumur hidup, yang tentunya berdampak pada kualitas hidup dan beban biaya kesehatan.
Deteksi dini melalui screening menjadi langkah penting untuk mengetahui status pembawa sifat thalasemia. Seseorang yang merupakan pembawa sifat (carrier) umumnya tidak menunjukkan gejala, tetapi jika menikah dengan sesama pembawa, keturunannya berisiko menderita thalasemia mayor. Dengan mengetahui status sejak dini, mahasiswa dapat mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksi di masa depan.
Kegiatan screening yang diikuti oleh 1.000 mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai prevalensi pembawa sifat thalasemia di kalangan mahasiswa UMP. Hasil screening juga dapat menjadi data dasar bagi program pencegahan dan penanganan thalasemia di wilayah Purwokerto dan sekitarnya.
Pihak kampus menyelenggarakan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama untuk penyakit-penyakit yang tidak menunjukkan gejala awal. Dengan adanya screening massal, diharapkan mahasiswa dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit genetik.
Meskipun belum ada keterangan rinci mengenai hasil screening, kegiatan ini menjadi langkah awal yang positif dalam upaya pengendalian thalasemia di Indonesia. Ke depannya, diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala dan menjangkau lebih banyak mahasiswa serta masyarakat umum.



