PURWOKERTO – Ribuan orang menyaksikan momen emosional saat simpul Estafet Tunas Kelapa Jawa Tengah tiba di garis finis di Stadion GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Perjalanan panjang yang menembus puluhan kabupaten dan kota di Jawa Tengah ini resmi berakhir dengan perayaan megah yang membakar semangat persaudaraan.
Wakil Ketua Kwarnas Bidang Bela Negara, Mayjen TNI (Purn) Widagdo Hendro Sukoco, membacakan amanat resmi Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah di hadapan ribuan peserta. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa estafet ini bukan sekadar simbol kepramukaan, melainkan simbol persaudaraan, kebersamaan, dan regenerasi dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Widagdo juga mengingatkan anggota Pramuka Jawa Tengah untuk aktif merawat lingkungan, menjaga keunggulan daerah, serta memperkuat persatuan bangsa. Di era digital, ia meminta seluruh kader tidak menjadi penonton pasif. Anggota Pramuka wajib mengambil peran aktif dalam menangkal sebaran hoaks, provokasi, dan perundungan siber yang semakin marak.
Selain literasi digital, pimpinan Kwarda Jateng mendorong anggota Pramuka untuk bertransformasi menjadi wirausahawan muda. Langkah ini dinilai penting agar generasi muda memberikan dampak sosial nyata dan turut menggerakkan roda ekonomi daerah.
Pihak Kwarda Jawa Tengah memberikan pujian khusus kepada Kabupaten Banyumas atas tata kelola pengembangan Pramuka Garuda yang dinilai sangat matang dan terukur. “Dalam hal pencapaian Pramuka Garuda, Banyumas memiliki sistem yang sangat baik dan terukur, tidak hanya mengejar kuantitas tetapi juga kualitas. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” tambah Widagdo.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyambut hangat kepercayaan besar yang diberikan oleh pimpinan Kwarda. Ia merasa bangga daerahnya sukses menjalankan tugas sebagai pusat puncak peringatan Hari Pramuka ke-65. “Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami karena Kabupaten Banyumas mendapat amanah menjadi pusat pelaksanaan Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026,” ungkap Sadewo.
Sadewo berharap semangat persaudaraan yang terbawa lewat Estafet Tunas Kelapa Jateng tidak berhenti di panggung upacara. Seluruh anggota Pramuka harus terus menyalakan api pengabdian melalui karya nyata di tengah masyarakat.




