Sungai Keroncong yang terletak di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mengalami kekeringan. Kondisi ini memaksa warga setempat untuk membeli air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, selama ini sungai tersebut menjadi andalan utama warga untuk mandi, mencuci, dan memasak.
Kekeringan ini terjadi akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Debit air sungai yang biasanya mengalir deras kini menyusut hingga akhirnya kering total. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka harus merogoh kocek untuk membeli air dari penjual air keliling yang datang ke permukiman.
Harga air bersih yang dijual pun menjadi beban tambahan bagi warga, terutama mereka yang berpenghasilan rendah. Seorang warga mengungkapkan bahwa setiap harinya ia harus mengeluarkan uang puluhan ribu rupiah hanya untuk membeli air. Hal ini dirasa memberatkan karena kebutuhan air tidak bisa ditunda.
Pemerintah desa setempat diharapkan segera menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak. Sementara itu, warga berharap hujan segera turun untuk mengakhiri kekeringan yang melanda wilayah mereka. Beberapa warga mulai menampung air hujan sebagai cadangan jika kekeringan berlanjut.
Kekeringan di Karanggayam sebenarnya bukan hal baru. Wilayah ini dikenal rawan kekeringan karena kondisi geografisnya yang berbukit dan minim sumber air tanah. Oleh karena itu, perlu ada langkah antisipasi jangka panjang, seperti pembangunan sumur bor atau penampungan air hujan yang memadai. Warga juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak agar persediaan tetap terjaga.




