Peringatan Hari Pramuka tingkat Kwarran Baturraden berlangsung khidmat di Lapangan Akrab. Pasukan Tunas Muda dipercaya sebagai petugas pengibar Sang Merah Putih. Dengan gerakan terukur, langkah tegap, dan disiplin tinggi, mereka sukses menjalankan tugas sehingga menambah kekhidmatan prosesi. Upacara dipimpin Camat Baturraden Bangkit Angga Barokah selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka Baturraden.
Ketua Kwarran Baturraden, Muliana Prapmawati, menjelaskan bahwa upacara tidak dilaksanakan tepat pada 14 Agustus. Penentuan waktu tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai hal serta saran dari Mabiran. “Upacara Hari Pramuka di Kwarran Baturraden tidak tepat tanggal 14 Agustus karena berbagai pertimbangan dan saran dari Mabiran,” kata Muliana. Meski demikian, semangat peserta tidak berkurang. Lapangan Akrab justru menjadi ruang pertemuan yang memperlihatkan antusiasme anggota Pramuka, pembina, serta berbagai unsur yang hadir.
Salah satu hal menarik dalam upacara adalah keterlibatan seluruh golongan Pramuka dalam prosesi. Pengucapan Pancasila dipercayakan kepada Pramuka Pandega, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan Pramuka Penegak, Dasa Darma Pramuka diucapkan oleh Pramuka Penggalang, dan Dwi Darma Pramuka disampaikan oleh Pramuka Siaga. Keterlibatan lintas golongan ini menggambarkan bahwa Gerakan Pramuka merupakan wadah pembinaan generasi muda yang berkesinambungan, di mana setiap tingkatan memiliki ruang berperan sesuai usia dan kemampuan.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan keterampilan dari berbagai golongan. Anggota Pra Siaga dan Siaga tampil dengan penuh keceriaan, menunjukkan bahwa pendidikan kepramukaan dapat dilakukan melalui kegiatan menyenangkan. Pramuka Penggalang tampil lebih atraktif dengan pionering, kolone tongkat, tari semaphore, dan Tari Rumekso. Atraksi tersebut mendapat perhatian peserta dan tamu undangan. Pionering menunjukkan kemampuan tali-temali, kolone tongkat memperlihatkan kekompakan, dan tari semaphore memadukan keterampilan komunikasi dengan kreativitas.
Kegiatan ini juga menjadi momentum pemberian apresiasi. Sejumlah penghargaan diserahkan kepada para pembina, pimpinan satuan karya (saka), serta gugus depan yang meraih prestasi dalam berbagai perlombaan. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk dedikasi dan kontribusi dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan, sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan.
Peringatan Hari Pramuka Kwarran Baturraden menjadi lebih dari sekadar seremoni. Upacara, penampilan keterampilan, dan penghargaan berpadu memperlihatkan dinamika pembinaan Pramuka di wilayah Baturraden. Derap langkah Pasukan Tunas Muda saat mengibarkan bendera menjadi simbol semangat generasi muda yang diharapkan terus tumbuh melalui karya, prestasi, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.




