Warga di sekitar Sungai Juwana, Pati, Jawa Tengah, memanfaatkan kekeringan yang melanda sungai tersebut dengan memanen ikan sapu-sapu yang terdampar. Ikan-ikan yang biasanya hidup di dasar sungai itu kemudian dijual ke pabrik tepung untuk diolah menjadi tepung ikan. Fenomena ini terjadi ketika debit air sungai menyusut drastis akibat musim kemarau, sehingga memudahkan warga untuk menangkap ikan secara langsung.
Kekeringan yang berkepanjangan membuat volume air Sungai Juwana menurun tajam, bahkan di beberapa titik sungai hampir mengering. Kondisi ini menyebabkan ikan sapu-sapu, yang dikenal sebagai ikan pembersih akuarium, terjebak di genangan air yang tersisa. Warga setempat pun turun ke sungai dengan alat sederhana seperti serokan dan ember untuk mengumpulkan ikan-ikan tersebut. Hasil tangkapan mereka kemudian dikumpulkan dan dijual ke pabrik tepung yang berada di dekat lokasi.
Ikan sapu-sapu selama ini sering dianggap sebagai hama karena dapat mengganggu ekosistem perairan dan bersaing dengan ikan lokal. Namun, di tengah kekeringan, ikan ini justru menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga. Pabrik tepung membeli ikan sapu-sapu untuk dijadikan bahan baku tepung ikan, yang biasanya digunakan untuk campuran pakan ternak atau produk olahan lainnya. Nilai jual ikan sapu-sapu memang tidak tinggi, tetapi volume tangkapan yang banyak dapat memberikan keuntungan yang cukup berarti.
Para warga mengaku bahwa kegiatan memanen ikan sapu-sapu ini merupakan cara untuk bertahan di tengah sulitnya kondisi ekonomi saat musim kemarau. Selain itu, aktivitas ini juga membantu membersihkan sungai dari ikan yang dianggap mengganggu. Beberapa warga menyebutkan bahwa mereka bisa mengumpulkan puluhan kilogram ikan dalam sehari, tergantung kondisi air dan lokasi penangkapan. Hasil penjualan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana warga beradaptasi dengan kondisi alam yang ekstrem. Meskipun kekeringan membawa dampak negatif seperti gagal panen dan kesulitan air bersih, warga tetap berusaha mencari peluang untuk bertahan. Pemanfaatan ikan sapu-sapu yang biasanya diabaikan menjadi contoh kreativitas dalam menghadapi tantangan lingkungan. Ke depan, diharapkan ada perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk mengatasi kekeringan dan memberikan alternatif mata pencaharian bagi warga yang terdampak.




