Gubernur DKI Jakarta mengikuti Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (1/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Gubernur mendorong seluruh warga untuk bersikap terbuka dan kooperatif terhadap petugas sensus yang akan melakukan pendataan di lapangan.
Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan menyeluruh yang dilakukan pemerintah untuk memetakan kondisi perekonomian nasional. Pelaksanaan sensus ini melibatkan petugas yang akan mendatangi rumah-rumah dan tempat usaha untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas ekonomi masyarakat.
Keikutsertaan Gubernur dalam sensus ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat Jakarta untuk menyambut petugas sensus dengan baik. Dengan memberikan data yang jujur dan lengkap, pemerintah dapat memperoleh gambaran akurat tentang struktur ekonomi daerah dan nasional.
Data yang terkumpul dari Sensus Ekonomi akan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi, termasuk dalam penyusunan kebijakan di tingkat pusat maupun daerah. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan demi kelancaran dan keberhasilan sensus ini.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengimbau warganya untuk tidak ragu atau takut dalam memberikan informasi kepada petugas sensus. Petugas telah dilengkapi dengan identitas resmi dan prosedur yang jelas, sehingga keamanan data responden dijamin oleh peraturan perundang-undangan.
Melalui partisipasi langsung dari Gubernur, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sensus ekonomi semakin meningkat. Dengan demikian, hasil sensus dapat benar-benar mencerminkan kondisi riil perekonomian yang berguna bagi kemajuan bangsa.



