Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi pada Senin, 31 Agustus 2026. Peristiwa ini menyebabkan dua kecamatan di sekitarnya diselimuti abu vulkanik. Informasi ini disampaikan oleh pihak berwenang setempat, meskipun belum ada rincian lebih lanjut mengenai intensitas erupsi atau dampak lainnya.
Erupsi Gunung Sinabung merupakan kejadian yang berulang sejak gunung ini kembali aktif pada tahun 2010. Gunung yang memiliki ketinggian sekitar 2.460 meter di atas permukaan laut ini kerap memuntahkan abu dan material vulkanik, mengganggu aktivitas warga di sekitarnya. Abu vulkanik yang turun dapat menyebabkan gangguan pernapasan serta mengganggu jarak pandang.
Dua kecamatan yang terdampak belum disebutkan namanya, namun berdasarkan lokasi Gunung Sinabung, kecamatan yang berada di lereng gunung biasanya paling parah terkena dampak. Warga diimbau untuk mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan abu vulkanik.
Pihak berwenang juga terus memantau aktivitas gunung dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Status gunung mungkin masih berada di level tertentu, namun belum ada pernyataan resmi mengenai perubahan status. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan besar akibat erupsi ini. Namun, abu vulkanik yang menyelimuti area permukiman dapat berdampak pada kesehatan dan aktivitas ekonomi warga. Pemerintah daerah dan tim tanggap darurat diharapkan segera memberikan bantuan bagi warga yang terdampak.
Abu vulkanik yang tebal dapat menutupi tanaman dan lahan pertanian, berpotensi menyebabkan gagal panen. Warga pun harus bekerja ekstra untuk membersihkan abu dari atap rumah dan halaman agar tidak menimbulkan kerusakan. Selain itu, air bersih juga bisa tercemar oleh abu, sehingga warga perlu memastikan sumber air tetap bersih.
Pemerintah Kabupaten Karo bersama BPBD dan instansi terkait telah berkoordinasi untuk menangani dampak erupsi. Mereka menyiapkan logistik dan masker untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi jika terjadi erupsi susulan.



