Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jombang akan menggunakan mekanisme baru bernama AHWA untuk memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mekanisme ini menjadi perhatian karena merupakan kali pertama diterapkan dalam muktamar.
AHWA diperkenalkan sebagai bagian dari upaya pembaruan dalam proses demokrasi internal NU. Dengan mekanisme ini, diharapkan pemilihan ketua umum dapat berjalan lebih transparan dan partisipatif.
Muktamar NU merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai cabang di seluruh Indonesia. Agenda pemilihan ketua umum selalu menjadi sorotan utama dalam setiap muktamar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan AHWA. Para pengamat dan warga NU menantikan bagaimana mekanisme ini akan diimplementasikan dalam muktamar kali ini.

