Jakarta – Akses keluar Slipi di KM 09+650 Ruas Tol Dalam Kota arah Grogol ditutup sementara pada Kamis (27/8/2026). Penutupan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas masyarakat di sekitar Gedung MPR/DPR yang sedang menggelar demonstrasi. Langkah ini diambil berdasarkan diskresi kepolisian untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), Amri Sanusi, mengonfirmasi bahwa penutupan mulai diberlakukan pada pukul 07.43 WIB dan bersifat situasional. “Atas diskresi pihak Kepolisian, mulai pukul 07.43 WIB, akses keluar Slipi pada KM 09+650 Ruas Tol Dalam Kota arah Grogol diberlakukan penutupan sementara secara situasional guna mendukung kelancaran pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan,” ujar Amri dalam keterangan resminya di Jakarta.
Pengguna jalan yang hendak menuju kawasan sekitar MPR/DPR diimbau untuk menggunakan akses keluar alternatif, seperti Semanggi, Grogol, Tanjung Duren, atau akses terdekat lainnya. Penyesuaian rute ini diperlukan untuk menghindari penumpukan kendaraan di titik-titik yang berpotensi macet akibat adanya aksi massa.
Penutupan akses tol ini dipicu oleh peningkatan aktivitas masyarakat yang terpantau sejak dini hari di sekitar Gedung MPR/DPR. Kondisi tersebut turut berdampak pada arus lalu lintas di jalan arteri, terutama menjelang akses keluar tol menuju kawasan Senayan. JMT bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan pihak kepolisian terus melakukan koordinasi untuk menyesuaikan operasional lalu lintas agar situasi tetap terkendali.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan melalui Ruas Tol Dalam Kota, khususnya di sekitar Semanggi dan Senayan, hingga situasi kembali kondusif. Pengguna yang tetap melintas diminta menjaga jarak aman, tidak memperlambat kendaraan atau berhenti di bahu jalan, serta mengutamakan keselamatan. Perusahaan juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penyesuaian operasional ini.
Untuk informasi lalu lintas terkini, pengguna jalan dapat memantau melalui One Call Center Jasa Marga 133, situs resmi Jasa Marga, media sosial @official.jmmetropolitan, serta aplikasi Travoy. Jasa Marga bersama kepolisian dan petugas operasional akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan pengaturan lalu lintas sesuai kebutuhan di lapangan.

